news

Apa itu Inflasi Pengamat? Perkataan Seskab Teddy Ramai Dikritik, Soroti Fenomena Banyak Pihak yang Bicara Tak Sesuai Fakta

Minggu, 12 April 2026 | 06:00 WIB
Potret Seskab Teddy Indra Wijaya soroti fenomena inflasi pengamat yang menuai kritik berbagai pihak (YouTube Sekretariat Presiden )

Pernyataan tersebut mencerminkan adanya ketidakpercayaan sebagian publik terhadap penjelasan yang disampaikan pemerintah.

Fenomena "inflasi pengamat" pada dasarnya membuka diskusi penting tentang kualitas informasi di ruang publik.

Di satu sisi, kritik yang tidak berbasis data memang berpotensi menyesatkan. Namun di sisi lain, keberadaan pengamat dan suara kritis juga menjadi bagian penting dalam menjaga demokrasi tetap sehat.

Baca Juga: Apa itu Hierarki Budaya? Rhenald Kasali Soroti Perseteruan SEAblings vs Knetz yang Bisa Meruntuhkan Soft Power Korea Selatan, Begini Penjelasannya

Di era digital saat ini, siapa pun bisa menyampaikan opini. Oleh sebab itu, publik dituntut lebih bijak dalam menyaring informasi, sementara para pengamat diharapkan tetap mengedepankan keakuratan data yang disampaikan.

Bagi pemerintah, keterbukaan terhadap kritik yang konstruktif juga menjadi kunci untuk membangun kepercayaan publik.

Munculnya istilah "inflasi pengamat" ini pun pada akhirnya menjadi momen untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi serta keterbukaan pemerintah kepada masyarakat.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini