"Jadi misalnya pedagang ini kita berikan pelatihan online, kemudian juga mulai menerapkan pembayaran secara digital atau cashless," sambungnya.
Baca Juga: Pemkab Jember Percepat Pencairan Beasiswa 2026, Gus Fawait Undang Mahasiswa Berkumpul Sabtu Ini
Kendati demikian, untuk mewujudkan upaya tersebut perlu adanya dukungan regulasi dari berbagai pihak agar inovasi ini bisa berjalan dengan efektif.
"Tadi misalnya disampaikan oleh pimpinan rapat, ada kolaborasi dengan pihak bank agar lebih maksimal dan mudah," lanjutnya.
Di sisi lain, ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh Pemkab Jember salah satunya persoalan pasar yang mulai sepi penghuninya.
Baca Juga: Akselerasi Layanan Adminduk, Pemkab Jember Rampungkan Ribuan Dokumen Lewat Program Bunga Desaku
"Kami terfikirkan bahwa pasar ini bisa dikonsep dengan tema atau ikon tertentu, sehingga menarik konsumen. Maka perlu ada upaya langkah tertentu dalam pengelolaannya," jelasnya.
"Misalnya Pasar Tegalboto yang sepi, ini bisa dikonsep tertentu sehingga bisa menarik pedagang untuk berjualan di sana dan menghidupkan dinamika jual beli," paparnya.
Selain itu, Wiwik juga menyoroti adanya pergeseran fenomena pedagang atau mlijo yang berjualan di rumahnya dengan konsep 24 jam.
Baca Juga: Susul Pemprov Jatim, Pemkab Jember Siapkan Skenario Work From Home
"Ini menjadi perhatian kita ya, memang sekarang tidak dipungkiri banyak yang berjualan di rumah 24 jam dan tadi ada masukkan bagaimana pasar bisa didorong ke arah sana juga," tegasnya.
"Namun, ini perlu langkah strategis dan kajian sehingga bisa mendorong pasar bisa membuka 24 jam serta kompetitif dalam persaingannya," tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI