SketsaNusantara.id – Para pengguna jalan yang hendak melintasi jalur pegunungan Gumitir dihimbau untuk ekstra waspada.
Sebab jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi tersebut kembali diterjang longsor.
Dikutip dari akun tiktok @Lintas Banyuwangi, longsor terjadi pada Rabu sore, 8 April 2026.
Baca Juga: Genjot PAD 2026 dari Retribusi PKL, Pemkab Jember: Masih Opsi dan Perlu Kajian Matang
Insiden ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.20 WIB, tepat di titik bawah ikon Patung Gandrung yang selama ini memang dikenal sebagai area rawan pergerakan tanah.
Longsoran kali ini membawa material tanah dan bebatuan dari tebing di sisi jalan. Akibatnya, sebagian badan jalan tertutup material yang cukup tebal hingga memakan marka jalan, terutama pada lajur dari arah Banyuwangi menuju Jember.
Kondisi ini membuat kendaraan tidak dapat melintas secara bersamaan dari dua arah, mengingat lebar jalan yang tersisa menjadi sangat terbatas dan licin akibat sisa tanah.
Untuk mengurai kemacetan dan mencegah terjadinya kecelakaan lebih lanjut, petugas kepolisian bersama relawan di lokasi kejadian langsung memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas.
Antrian kendaraan nampak mulai mengular di kedua sisi, baik dari arah Kecamatan Silo, Jember, maupun dari arah Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.
Pihak BPBD setempat mengingatkan bahwa kondisi tanah di kawasan Gumitir saat ini sangat labil akibat intensitas hujan yang masih tinggi di kawasan pegunungan.
Longsor susulan masih berpotensi terjadi, terutama saat hujan deras mengguyur dalam durasi lama.
Bagi pengendara kendaraan besar seperti truk dan bus, diharapkan lebih berhati-hati saat melintasi tikungan di bawah Patung Gandrung karena kondisi jalan yang licin dan ruang gerak yang sempit.***