Mereka juga diberikan penjelasan mengenai tugas-tugas kepresidenan dan sejarah perjuangan bangsa yang terekam di setiap sudut bangunan tersebut.
Langkah Presiden ini mendapat apresiasi luas dari kalangan pendidik dan pengamat sosial. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk komunikasi simbolik yang sangat kuat untuk memutus jarak antara rakyat dan simbol kekuasaan.
Melihat Istana negara dari dekat disebut sebagai 'suplemen' bagi ambisi positif bagi anak-anak bangsa tak memandang darimana mereka berasal.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!