news

Perjalanan Hidup Nyak Sandang, Penyumbang Pertama Pesawat RI Asal Aceh Wafat di Usia 100 Tahun, Sempat Dapat Penghargaan dari Presiden Prabowo

Rabu, 8 April 2026 | 14:30 WIB
Potret Teungku Nyak Sandang, sosok dermawan asal Aceh yang rela menyumbangkan hartanya demi negara, telah berpulang di usia 100 tahun (Instagram/aceh_repost77)

SketsaNusantara.id - Indonesia kembali dirundung duka. Teungku Nyak Sandang, sosok dermawan yang dikenal sebagai penyumbang pertama pesawat Republik Indonesia (RI), dikabarkan wafat pada Selasa, 7 April 2026.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam. Namanya bahkan tercatat sebagai salah satu sosok penting dalam perjalanan sejarah perjuangan Indonesia.

Nyak Sandang wafat di usianya yang mencapai 1 abad di kediamannya yang berada di Gampong Lhuet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya. Bukan karena sakit, pihak keluarga menyebut kondisi Nyak Sandang melemah dan sempat dirawat di rumah sakit.

Sosoknya mengingatkan publik pada kisah perjalanan hidupnya yang luar biasa sebagai seorang tokoh dermawan yang memberikan kontribusi besar bagi bangsa di masa awal kemerdekaan.

Baca Juga: Profil Usmar Ismail, Sosok di Balik Hari Film Nasional, Pernah Ditangkap Belanda hingga Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Atas jasanya, Nyak Sandang bahkan sempat mendapatkan penghargaan tanda jasa dari Presiden Prabowo Subianto.

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi Presiden RI, disebutkan bahwa Teungku Nyak Sandang tercatat sebagai bagian penting dari pengadaan pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001.

Beliau menunjukkan pengorbanan besar dengan merelakan harta pribadinya untuk membantu negaranya yang baru saja merdeka.

Perjalanan hidup Teungku Nyak Sandang tak lepas dari momen bersejarah pada tahun 1948. Saat itu, ketika usianya menginjak 23 tahun, ia mendengar seruan dari Soekarno yang datang ke Aceh untuk menggalang dana pembelian pesawat bagi Republik Indonesia.

Baca Juga: Bukan Soekarno, Inilah Sosok Pahlawan Pertama di Indonesia, Sastrawan-Wartawan Asal Bukittinggi Anak Buah HOS Cokroaminoto

Tanpa ragu, Nyak Sandang mengambil keputusan besar dengan menjual sepetak tanah serta emas seberat 10 gram. Hasil penjualan hartanya yang sangat berharga pada masa itu, kemudian disumbangkan kepada negara.

Sumbangan Nyak Sandang dan dana yang terkumpul dari masyarakat Aceh, kemudian digunakan untuk membeli pesawat Dakota RI-001.

Pesawat RI pertama itu diberi nama "Seulawah" yang diambil dari nama sebuah gunung di perbatasan Aceh Besar dan Pidie Jaya. Pesawat inilah yang menjadi tonggak penting dalam sejarah penerbangan Indonesia.

"Melalui sumbangan berharga dari masyarakat Aceh, termasuk pengorbanan pribadi berupa tanah dan emas Teungku Nyak Sandang, Seulawah RI-001 dapat mengudara di langit Indonesia yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya maskapai Garuda Indonesia," begitulah yang tertulis dalam situs resmi Presiden RI.

Halaman:

Tags

Terkini