Senin, 20 Juli 2026

Perjalanan Hidup Nyak Sandang, Penyumbang Pertama Pesawat RI Asal Aceh Wafat di Usia 100 Tahun, Sempat Dapat Penghargaan dari Presiden Prabowo

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 8 April 2026 | 14:30 WIB
Potret Teungku Nyak Sandang, sosok dermawan asal Aceh yang rela menyumbangkan hartanya demi negara, telah berpulang di usia 100 tahun (Instagram/aceh_repost77)
Potret Teungku Nyak Sandang, sosok dermawan asal Aceh yang rela menyumbangkan hartanya demi negara, telah berpulang di usia 100 tahun (Instagram/aceh_repost77)

Publik mengagumi Nyak Sandang yang tetap menjalani hidup sederhana, meski dulu pernah memberikan sumbangan besar bagi negara.

Pria kelahiran 4 Februari 1927 itu kembali ke kampung halamannya di Desa Lhuet, Aceh Jaya, dan bekerja sebagai petani untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Selama puluhan tahun, Nyak Sandang hidup layaknya masyarakat biasa tanpa menuntut balas jasa atas pengorbanannya.

Seiring waktu, Nyak Sandang sempat lama tidak terdengar hingga akhirnya kembali menjadi perhatian publik pada tahun 2018 ketika memenuhi undangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Merdeka Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Nyak Sandang sempat menyampaikan 3 harapannya untuk bisa menjalani operasi katarak, pembangunan masjid di desanya, serta kesempatan untuk menunaikan ibadah haji.

Momen ini membuat banyak masyarakat tersentuh, melihat sosok yang pernah berjasa besar ternyata punya keinginan sederhana, termasuk untuk membangun masjid untuk masyarakat di desanya.

Baca Juga: Pemerintah Berikan Penghargaan Tertinggi untuk Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Kemanusiaan di Lebanon, Publik Desak Indonesia Keluar dari BOP

Pengorbanan Nyak Sandang akhirnya mendapat pengakuan negara. Pada Agustus 2025, Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepadanya.

Pemberian tanda kehormatan ini pun menjadi penghargaan negara yang diberikan bagi siapa saja yang memberikan dukungan mempertahankan kedaulatan negara, tidak hanya mereka yang berjuang di medan perang.

Nyak Sandang mendapat penghargaan tanda jasa dari Presiden Prabowo melalui pengorbanan nyata dalam pengadaan pesawat pertama RI.

Duduk di kursi roda, Presiden Prabowo sampai harus berlutut saat memberikan tanda kehormatan sebagai bentuk penghormatan mendalam atas jasa Nyak Sandang bagi bangsa.

Teungku Nyak Sandang menghembuskan nafas terakhir di RSUD Teuku Umar, Calang, Aceh Jaya. Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi masyarakat Aceh, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia.

Namanya kini dikenang sebagai sosok pahlawan yang meninggalkan warisan berharga berupa semangat nasionalisme, ketulusan, dan pengabdian tanpa pamrih.

Dari seorang pemuda yang rela menjual harta demi negara, kisah hidup Nyak Sandang akan terus dikenang. Penghargaan yang diberikan negara ikut menempatkan nama Teungku Nyak Sandang sebagai bagian abadi dari perjalanan bangsa Indonesia.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: presidenri.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X