“Karena jelas, itu hanyalah pembuangan anggaran dan juga proyek bagi segelintir kapitalis tertentu,” jelasnya.
Ia juga turut mengajak rekan-rekannya yang lain untuk menolak program pemerintah tersebut.
Baca Juga: Kasus Keracunan MBG di Jaktim, 72 Siswa dari 4 Sekolah Dirawat, Pramono Anung Ungkap Kondisi Korban
Selain menolak, Bayu juga mendesak agar anggaran MBG dialihkan ke guru-guru honorer yang gajinya masih di bawah Rp1 juta.
“Dalam proses perjuangan itu, tiba-tiba dari pihak BGN-nya, atau oknum, itu mendesak saya untuk mundur dari jabatan tersebut,” paparnya lagi.
Namun berdasarkan penurutannya, Bayu menolak dan mendebat permintaan dari pihak BGN.
Baca Juga: Tegas! BGN Hentikan Insentif Mitra MBG Jika Fasilitas Tak Layak atau Gagal Operasi
Bayu melanjutkan, beberapa hari kemudian, pihak sekolah mengeluarkan Surat Keputusan atau SK pencopotan dirinya dari jabatan Ketua OSIS.
Hingga saat ini, baik pihak SMA 3 Muhammadiyah Yogyakarta, OSIS SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta maupun pihak BGN yang dimaksud belum memberikan pernyataan apapun.
Kendati demikian, salah seorang netizen yang mengaku sebagai ketua PR IPM (setara OSIS) SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta angkat bicara.
Lewat akun X @dukadelima, ia mengungkapkan bahwa Bayu tidak pernah menjabat sebagai ketua PR IPM SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta periode 2024/2025
Syifa yang merupakan ketua umum PR IPM SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta ini meminta agar informasi mengenai jabatan Bayu tersebut ditelusuri kembali.
“Sebagai ketum periode tersebut, saya dapat memastikan informasi dalam konten ini kurang sesuai dengan fakta yang ada,” tulisnya lagi.
Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan dari Bayu mengenai jabatannya yang sesungguhnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!