SketsaNusantara.id - Insiden kebakaran hebat terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Pertamina di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Rabu malam, 1 April 2026.
Api dilaporkan dengan cepat membesar dan merambat ke kawasan permukiman warga di sekitarnya.
Peristiwa ini menarik perhatian luas setelah sejumlah rekaman dan laporan beredar di media sosial.
Dalam unggahan akun Instagram @fakta.indo pada Kamis, 2 April 2026, disebutkan bahwa kobaran api menjangkau area dengan radius sekitar 100 meter dari titik awal kejadian.
Unggahan tersebut juga menyebut dampak kebakaran yang meluas hingga ke rumah warga di sekitar lokasi. "(Hal itu) menyebabkan kebakaran hebat yang melalap pemukiman warga di sekitarnya," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran diduga bermula dari kebocoran gas saat proses pengisian di SPBE. Gas yang bocor disebut menyebar ke berbagai arah, termasuk ke jalan dan area permukiman warga yang berada tidak jauh dari lokasi.
Kondisi ini diduga memicu terjadinya ledakan yang kemudian mempercepat penyebaran api. Ledakan tersebut dilaporkan terjadi cukup kuat hingga terdengar oleh warga sekitar.
"Ledakannya seperti bom," ujar Ahmad, seorang warga yang berada di lokasi kejadian saat insiden berlangsung.
Setelah ledakan terjadi, api dengan cepat menjalar dan menghanguskan sejumlah bangunan milik warga. Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat kobaran api yang sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Di tengah situasi tersebut, proses evakuasi langsung dilakukan oleh tim relawan dan petugas gabungan. Relawan Palang Merah Indonesia (PMI), Indra Septian, menyebutkan bahwa sebanyak 10 korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Para korban kemudian segera dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka mengalami luka bakar akibat paparan api dari insiden tersebut.
Indra menjelaskan bahwa kondisi korban cukup serius berdasarkan pengamatan awal di lapangan. "Total sementara 10 orang. Rata-rata luka bakar semua, kalau dilihat di atas 50 persen, tapi itu masih belum bisa dipastikan," kata Indra kepada awak media di lokasi kejadian, Bekasi, pada Kamis, 2 April 2026.