SketsaNusantara.id – April Mop atau April Fool’s Day diperingati setiap tanggal 1 April di berbagai negara sebagai hari untuk melakukan prank ringan.
Tradisi ini sudah berlangsung selama berabad-abad, namun hingga kini masih memiliki asal-usul yang belum jelas.
Menurut website history.com seperti dikutip oleh tim SketsaNusantara.id, salah satu teori paling populer menyebutkan bahwa April Mop berasal dari perubahan Kalender di Prancis pada abad ke-16.
Pada masa itu, tahun baru dirayakan pada akhir Maret hingga 1 April. Namun setelah diberlakukannya Kalender Gregorian, tahun baru dipindahkan ke 1 Januari.
Orang-orang yang masih merayakan tahun baru pada awal April dianggap ketinggalan informasi dan sering dijadikan bahan lelucon, sehingga muncul istilah ‘April Fools’.
Kendati demikian, situs Snopes menyatakan bahwa teori tersebut belum terbukti secara pasti dan lebih dianggap sebagai legenda dari masa ke masa.
Selain teori Kalender, masih menurut history,com, ada juga pendapat yang mengaitkan April Mop dengan festival kuno.
Dalam budaya Romawi, terdapat festival bernama Hilaria yang dirayakan pada akhir Maret. Dalam perayaan ini, orang-orang mengenakan kostum, menyamar, dan saling mengejek sebagai bentuk hiburan.
Tradisi ini dianggap memiliki kemiripan dengan praktik prank pada April Mop saat ini.
Teori berbeda datang dari situs Britannica.com yang menghubungkan April Mop dengan datangnya musim semi di belahan bumi bagian utara.
Pada periode ini, cuaca sering berubah-ubah secara tidak terduga sehingga sering disebut ‘menipu’ manusia.
Dari fenomena alam tersebut, muncul kebiasaan simbolis untuk saling mengerjai sebagai bagian dari perayaan musim.