Berdasarkan informasi dari laman Kemenag Sulteng, telur sudah mulai diperkenalkan sebagai elemen istimewa pada Paskah oleh gereja Ortodoks di abad ke-13.
Alasannya, telur merupakan lambang kehidupan baru yang dinilai selaras dengan pesan kebangkitan Yesus Kristus.
Telur yang menetas menjadi simbol munculnya kehidupan baru, pengingat akan harapan yang dibawa oleh kebangkitan-Nya.
Selain itu, telur juga dinilai memiliki pesan universal. Telur yang kayak protein dan mudah ditemukan serta dikonsumsi oleh berbagai kalangan, mempertegas bahwa Kristus memberikan kasih dan keselatan kepada semua orang, tanpa terkecuali.
2. Makna Cangkang Telur
Dalam budaya Kristen Ortodoks, perebusan telur saat Paskah menjadi lambang makam Kristus yang menutupi tubuh Yesus, sebagaimana dikutip dari website GKJ Bekasi.
Cangkang telur yang retak dan terbuka setelah direbus dianggap sebagai simbol kebangkitan Yesus Kristus.
3. Awal Mula Tradisi Menghias Telur Paskah
Telur Paskah seringkali dihias dengan menggunakan aneka warna hingga dilengkap dengan hiasan-hiasan lucu.
Namun rupanya, di awal tradisi menghias telur, warna yang digunakan yakni merah.
Saat itu telur Paskah hanya dihias dengan warna merah yang melambangkan darah Kristus yang tumpah demi menebus dosa umat manusia.
Seiring berjalannya waktu, tradisi menghias telur Paskah ini pun berkembang, salah satunya dengan menggunakan beragam warna dan motif-motif lucu.
Selain merah, Telur Paskah juga sering kali dihias dengan warna biru atau kuning.