SketsaNusantara.id - Rangkaian kegiatan donor darah selama bulan Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Jember resmi berakhir. Penutupan dilakukan melalui aksi terakhir yang digelar di kawasan Masjid Al Baitul Amin pada Rabu malam, 18 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari safari kemanusiaan yang dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Jember. Selama Ramadan, kegiatan donor darah digelar di berbagai titik. Tujuannya untuk menjaga ketersediaan stok darah di tengah meningkatnya kebutuhan.
Pada malam penutupan, PMI Jember menerjunkan Bus Donor Unit Donor Darah (UDD). Bus tersebut ditempatkan di area masjid untuk menjangkau masyarakat. Aksi jemput bola ini dilakukan setelah pelaksanaan salat tarawih.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah partisipasi pendonor. Tercatat sebanyak 36 kantong darah berhasil dihimpun. Donor berasal dari jemaah dan warga sekitar yang hadir di lokasi kegiatan.
Selain itu, terdapat sejumlah calon pendonor yang belum dapat mendonorkan darahnya. Sebanyak 12 orang ditunda karena tidak memenuhi syarat kesehatan. Faktor yang menjadi penyebab antara lain tekanan darah dan kadar hemoglobin.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, menyampaikan hasil kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, rangkaian donor darah Ramadan tahun ini resmi kami tutup di Masjid Al Baitul Amin dengan hasil yang cukup signifikan. Sebanyak 36 kantong darah berhasil terkumpul di malam penutup ini,” ujarnya.
Baca Juga: Jelang Idul Fitri 1447 H, PMI Jember Jemput Bola di Umbulsari, Puluhan Warga Antusias Donor Darah
Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, antusiasme tetap tinggi meskipun dilakukan di bulan puasa. Hal ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap sesama.
Dengan berakhirnya program Ramadan, PMI Jember akan kembali ke layanan reguler. Masyarakat yang ingin mendonorkan darah tetap dapat melakukannya. Layanan tersedia di kantor maupun gerai donor darah yang telah disediakan.
“Selanjutnya, pelayanan donor darah akan kembali ke mode semula. Bagi masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya, silakan datang langsung ke Kantor UDD PMI Kabupaten Jember di Jalan Srikoyo, atau bisa juga mengunjungi Gerai Donor Darah Jubung,” tambahnya.
PMI Jember menegaskan bahwa ketersediaan darah tetap menjadi perhatian utama. Kebutuhan darah di rumah sakit terus berlangsung setiap waktu. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat masih sangat dibutuhkan.
Kegiatan donor darah selama Ramadan menjadi salah satu upaya menjaga stok darah. Program ini juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Dengan adanya layanan jemput bola, akses donor menjadi lebih luas.
Setelah Ramadan, PMI Jember berharap masyarakat tetap aktif mendonorkan darah. Konsistensi ini diperlukan untuk memastikan kebutuhan medis terpenuhi. Upaya tersebut menjadi bagian dari pelayanan kemanusiaan yang berkelanjutan di wilayah Jember.***