Rekayasa lalu lintas juga menjadi bagian dari strategi utama. Penerapan contraflow dan one way dilakukan sesuai kondisi di lapangan. Keputusan diambil berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan.
“Kemarin sore ketika (kepadatan) mencapai 30 persen, bersama Kementerian Perhubungan dan Korlantas, kami memutuskan untuk one way. One way dimulai dari KM 70 sampai dengan KM 263,” jelas Rivan.
Penerapan rekayasa lalu lintas ini terbukti mempercepat perjalanan. Waktu tempuh dari Jakarta menuju Semarang dapat dipangkas menjadi sekitar tujuh hingga delapan jam. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi yang diterapkan.
Selain itu, seluruh ruas tol yang dikelola Jasa Marga dipastikan siap digunakan. Perbaikan jalan terus dilakukan untuk menjaga kondisi tetap layak. Upaya ini menjadi bagian dari kesiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!