Kamis, 4 Juni 2026

Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Padat, Pemerintah Siapkan Tol Fungsional dan One Way, Ini Rinciannya

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 19 Maret 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi jalan tol. (Pixabay/Roman_Polyanyk)
Ilustrasi jalan tol. (Pixabay/Roman_Polyanyk)

SketsaNusantara.id - Pergerakan kendaraan saat mudik Lebaran 2026 diprediksi meningkat signifikan. Pemerintah bersama pengelola jalan tol menyiapkan berbagai strategi. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik dan arus balik.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah pembukaan ruas tol fungsional. Selain itu, rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way juga akan diterapkan. Upaya ini bertujuan menjaga kelancaran perjalanan masyarakat selama periode Lebaran.

PT Jasa Marga sebagai pengelola jalan tol nasional turut memastikan kesiapan infrastruktur. Jaringan tol sepanjang 1.294 kilometer menjadi jalur utama arus mudik. Jalur ini diperkirakan akan dilalui jutaan kendaraan dalam waktu bersamaan.

Baca Juga: Mudik Gratis BUMN 2026, IFG Berangkatkan 116 Ribu Pemudik, Ada Bus Khusus Disabilitas dan Fasilitas Lengkap Perjalanan Aman

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyampaikan proyeksi pergerakan kendaraan. “Kami memperkirakan tiga setengah juta kendaraan akan melintas keluar dari Jakarta,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, 18 Maret 2026.

Pergerakan kendaraan dipantau menggunakan teknologi lalu lintas berbasis sistem cerdas. Sistem ini memungkinkan prediksi kepadatan secara lebih akurat. Data yang dihasilkan digunakan untuk menentukan langkah pengendalian di lapangan.

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada pertengahan Maret. Pergerakan kendaraan didominasi menuju arah timur atau jalur Trans-Jawa. Terdapat dua gelombang utama yang diprediksi terjadi pada 14 dan 18 Maret.

Baca Juga: Jalur Padang-Bukittinggi Siap Mudik 24 Jam, Lembah Anai dan Sitinjau Lauik Jadi Fokus Penanganan Pemerintah

Data lalu lintas menunjukkan peningkatan signifikan pada periode tersebut. Volume kendaraan harian sempat mencapai ratusan ribu unit. Kondisi ini menjadi dasar penerapan rekayasa lalu lintas secara bertahap.

Untuk mengantisipasi kepadatan, sejumlah ruas tol fungsional telah disiapkan. Salah satunya adalah Tol Jakarta-Cikampek 2 Selatan. Ruas ini digunakan terutama saat arus balik dari arah Bandung menuju Jakarta.

Tol fungsional tersebut memiliki panjang sekitar 50 kilometer. Jalur ini menghubungkan wilayah Sadang hingga Setu. Penggunaan ruas ini diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas utama.

Selain itu, tol fungsional juga disiapkan di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Salah satunya adalah ruas Yogyakarta–Solo dengan panjang sekitar 11,48 kilometer. Jalur ini membantu memperlancar pergerakan kendaraan di wilayah tersebut.

Ruas lain yang disiapkan adalah Yogyakarta–Bawen pada seksi Bawen–Ambarawa. Panjang ruas ini sekitar 5 kilometer. Keberadaannya memungkinkan pengguna jalan tidak perlu keluar tol di Bawen.

Selanjutnya, ruas Probolinggo–Besuki juga akan difungsikan. Jalur ini memiliki panjang sekitar 50 kilometer. Kehadiran ruas ini diperkirakan dapat memangkas waktu perjalanan secara signifikan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X