SketsaNusantara.id - Indonesia Creative Cities Network (ICCN) membuka peluang kolaborasi riset yang melibatkan berbagai kalangan. Program ini menyasar akademisi, peneliti, dosen, hingga mahasiswa pascasarjana. Kesempatan ini hadir melalui skema Researcher Pool ICCN tahun 2026.
Program tersebut dirancang untuk memperkuat basis pengetahuan kota kreatif di Indonesia. Pendekatan yang digunakan berbasis data, terukur, dan berkelanjutan. ICCN menilai kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci dalam pengembangan kota kreatif.
Sekretaris Deputi 3 – Data, Penelitian & Indeks Kreatif ICCN, Anggrean Renozonarca, menyampaikan pentingnya dukungan riset dalam pengembangan kota kreatif. “Pengembangan kota/kabupaten kreatif membutuhkan pengetahuan yang kuat, data yang relevan, dan kolaborasi lintas disiplin,” kata Anggrean pada Rabu 18 Maret 2026.
Melalui program ini, hasil riset diharapkan dapat mendukung berbagai aspek. Di antaranya kebijakan kota kreatif, pengembangan program, hingga penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis wilayah. Peneliti yang bergabung akan terlibat dalam pengembangan basis data kota kreatif Indonesia.
Selain itu, kontribusi juga mencakup penyusunan kerangka analisis berbasis UNESCO Creative Cities Framework. Peneliti juga dapat terlibat dalam pengembangan indikator serta indeks kota kreatif Indonesia. Riset kebijakan dan praktik terbaik pengembangan kota kreatif turut menjadi bagian dari fokus utama.
Ruang lingkup penelitian dalam program ini cukup luas. Beberapa domain yang menjadi perhatian antara lain desain dan layanan kreatif, gastronomi, musik, serta literatur. Selain itu, terdapat pula seni rupa, media audiovisual, ruang budaya, hingga ekosistem ekonomi kreatif.
Peserta yang terlibat dapat mengikuti berbagai bentuk kolaborasi. Kegiatan tersebut meliputi riset bersama, penulisan jurnal ilmiah, hingga penyusunan policy brief. Selain itu, terdapat juga pengembangan dataset ekonomi kreatif dan kontribusi pada Knowledge Library ICCN.
Forum ilmiah dan diskusi riset menjadi bagian dari ekosistem kolaborasi ini. ICCN membuka ruang bagi pertukaran gagasan antarpeneliti dari berbagai latar belakang. Hal ini diharapkan memperkuat jaringan riset di bidang kota kreatif.
Anggrean menambahkan bahwa program ini juga bertujuan membangun komunitas peneliti yang solid. “Melalui Researcher Pool ICCN, kami ingin membangun komunitas peneliti yang kuat dan berkontribusi dalam pengembangan kota/kabupaten kreatif Indonesia,” ujarnya.
Bagi akademisi dan peneliti yang berminat, pendaftaran dilakukan secara daring. Formulir dapat diakses melalui tautan resmi ICCN di https://iccn.or.id/open-call-joint-research
. Proses seleksi dilakukan melalui beberapa tahapan yang telah dijadwalkan.
Tahap pengajuan dimulai pada 18 Maret hingga 26 April 2026. Selanjutnya, proses kurasi dan pemetaan berlangsung pada 18 April hingga 10 Mei 2026. Tahap onboarding dijadwalkan pada 11 hingga 17 Mei 2026.
Setelah itu, tahap output dan diseminasi hasil riset akan berlangsung pada 18 hingga 31 Mei 2026. Seluruh rangkaian ini dirancang untuk memastikan kualitas dan relevansi hasil penelitian.