SketsaNusantara.id - Pemerintah memastikan kesiapan jalur utama di Sumatera Barat untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Sejumlah ruas strategis dipastikan dapat digunakan secara optimal oleh masyarakat.
Salah satu jalur yang menjadi perhatian adalah koridor Padang–Bukittinggi. Jalur ini melintasi kawasan Lembah Anai dan Sitinjau Lauik yang dikenal rawan.
Pemerintah memastikan jalur tersebut tetap berfungsi selama periode mudik. Pengoperasian dilakukan tanpa pembatasan waktu untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Kementerian Pekerjaan Umum memastikan ruas Lembah Anai dapat dilalui selama 24 jam. Kebijakan ini diberlakukan selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran.
Sebelumnya, jalur tersebut sempat mengalami pembatasan operasional. Hal itu dilakukan karena proses rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa penanganan di sejumlah titik terus dipercepat. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan perjalanan pemudik.
"Kami pastikan penanganan pada titik-titik rawan, seperti Lembah Anai dan Sitinjau Lauik, terus dipercepat agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman," katanya, ditulis Selasa 17 Maret 2026.
Penanganan difokuskan pada beberapa titik strategis di sepanjang jalur Padang–Bukittinggi. Kawasan Lembah Anai menjadi salah satu prioritas karena sebelumnya terdampak bencana.
Saat ini, progres penanganan di Lembah Anai telah mencapai sekitar 44 persen. Sementara itu, pekerjaan pondasi bore pile telah mencapai sekitar 78 persen.
Meski pekerjaan masih berlangsung, jalur tersebut tetap difungsikan selama masa mudik. Pengoperasian dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas masyarakat.
Selain itu, Jembatan Kembar Margayasa juga akan digunakan secara optimal. Jembatan tersebut mendukung pergerakan kendaraan di jalur utama tersebut.
Pada jalur Sitinjau Lauik, pembangunan infrastruktur juga masih berjalan. Proyek flyover di kawasan tersebut masih dalam tahap pengerjaan.