news

Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus: Pelaku Sempat Berupaya Hilangkan Jejak Usai Serang Korban

Selasa, 17 Maret 2026 | 15:00 WIB
Polisi ungkap fakta kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS berdasarkan hasil pemeriksaaan CCTV di sekitar lokasi (tribratanews.polri.go.id)

Keempat pelaku kemudian berpencar ke Kalibata menuju Bogor. Langkah ini diduga sebagai bagian dari strategi untuk menghindari pengejaran warga yang kala itu hendak menolong Andrie Yunus.

3. Polisi Mendapatkan Barang Bukti Diduga Milik Pelaku

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk helm yang digunakan pelaku yang ditemukan di pinggir jalan sekitar lokasi kejadian.

"Dari penelusuran sepanjang Jalan Salemba 1 didapat barang bukti helm yang diduga milik pelaku di Jalan Salemba 1 menuju RSCM. Ini bersesuaian dengan rekaman CCTV bahwa pelaku yang mengendarai menggunakan helm tersebut," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold EP Hutagalung.

Tak hanya itu, polisi juga mendapatkan pakaian dan helm yang dilepas korban setelah disiram air keras untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga memberikan pendampingan yang kini tengah dirawat di RSCM.

4. Foto Pelaku Ternyata Rekayasa AI

Di tengah ramainya perbincangan kasus ini di media sosial, sempat beredar foto yang diklaim sebagai sosok pelaku penyiraman air keras. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa gambar tersebut merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Kami duga penyebaran foto (AI) ini adalah salah satu upaya yang dilakukan oleh jaringan dan pelaku itu sendiri untuk mengaburkan informasi, untuk mengaburkan arah, untuk mengaburkan fakta-fakta hukum yang diperoleh," ucap Iman.

Penyebaran foto palsu ini dinilai sebagai upaya untuk mengaburkan fakta dan mengganggu proses penyelidikan. Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Diduga rekaman video tempat kejadian perkara yang beredar luas di media sosial membuat para pelaku mulai panik dan menyebarkan gambar rekayasa untuk mengalihkan perhatian publik.

Itulah sederet fakta mengenai kasus penyiraman air keras. Kasus ini menjadi sorotan luas karena menyasar seorang aktivis HAM yang selama ini vokal dalam menyuarakan isu-isu keadilan dan hak asasi manusia.

Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap siapa aktor intelektual di balik aksi ini.

Banyak pihak menilai, serangan ini berpotensi menjadi ancaman terhadap kebebasan berpendapat. Kini, publik terus menunggu perkembangan terbaru sekaligus berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kasus ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ruang demokrasi agar tetap berjalan sehat dan tak ada lagi aktivis yang menerima teror atau intimidasi maupun tindakan kekerasan lainnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini