Kamis, 4 Juni 2026

Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Terkait Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus: Pelaku Sempat Berupaya Hilangkan Jejak Usai Serang Korban

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 17 Maret 2026 | 15:00 WIB
Polisi ungkap fakta kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS berdasarkan hasil pemeriksaaan CCTV di sekitar lokasi  (tribratanews.polri.go.id)
Polisi ungkap fakta kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS berdasarkan hasil pemeriksaaan CCTV di sekitar lokasi (tribratanews.polri.go.id)

SketsaNusantara.id – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM, Andrie Yunus, hingga kini masih menjadi perhatian publik. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 12 Maret 2026 itu menyisakan banyak tanda tanya, terutama terkait motif dan aktor di balik serangan keji tersebut.

Seperti diketahui, Andrie yang merupakan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) diserang oleh orang tak dikenal saat berada di kawasan Jakarta Pusat.

Korban disiram cairan yang diduga air keras oleh pelaku yang berboncengan sepeda motor hingga mengalami luka bakar serius pada bagian wajah hingga lengan bagian kanan.

Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan intensif. Terbaru, polisi mengungkap sejumlah fakta mengejutkan terkait kasus ini berdasarkan analisis rekaman CCTV dari 86 kamera di sekitar lokasi.

Baca Juga: Penyerangan Andrie Yunus Jadi Perhatian Presiden, Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas dengan Metode Scientific Crime Investigation

Dihimpun SketsaNusantara.id dari situs Tribrata News Polri dan berbagai sumber, berikut sederet fakta yang diungkapkan polisi dalam konferensi pers yang digelar di Polda Metro Jaya pada hari Senin, 16 Maret 2026 terkait kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.

1. Pelaku Diduga Lebih dari 2 Orang

Awalnya, publik menduga pelaku hanya terdiri dari 2 orang yang berboncengan sepeda motor seperti yang terlihat dalam CCTV yang beredar di media sosial. Namun, hasil penyelidikan terbaru menunjukkan bahwa jumlah pelaku diduga mencapai 4 orang.

Direktur Reserse Kriminal Umum atau Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imannudin. menjelaskan bahwa pelaku berpencar mengendarai 2 motor berboncengan, dan ada yang sudah menunggu korban di depan KFC Cikini, Jakarta.

Para pelaku kemudian membuntuti korban dari Jalan Diponegoro hingga akhirnya melancarkan aksinya ketika berpapasan dengan korban di sekitaran Jalan Salemba 1.

Temuan ini mengindikasikan bahwa penyerangan tersebut telah direncanakan secara matang. Keterlibatan lebih banyak pelaku juga memperkuat dugaan adanya koordinasi dalam menjalankan aksi penyerangan.

2. Pelaku Sempat Berganti Pakaian Usai Serang Korban

Fakta lain yang diungkap kepolisian adalah adanya upaya pelaku untuk menghilangkan jejak usai melakukan aksi penyerangan.

Berdasarkan hasil analisis dalam salah satu rekaman CCTV, pelaku diketahui sempat mengganti pakaian dalam upaya pelariannya setelah menyiram korban.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Tribrata News Polri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X