SketsaNusantara.id - Budayawan senior, Sujiwo Tejo ikut menanggapi kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM (Hak Asasi Manusia) yang belakangan ini ramai jadi sorotan publik.
Belum lama ini, publik dikejutkan dengan kabar Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontaS) yang mendadak jadi korban penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) pada hari Kamis, 14 Maret 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. Saat kejadian, Andrie Yunus diketahui sedang mengendarai sepeda motor seorang diri.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi, aksi penyerangan dilakukan oleh dua orang pria yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Awalnya, kedua pelaku terlihat melintas di sekitar lokasi kejadian sebelum akhirnya memutar balik arah dan menyiramkan air keras ke arah korban.
Akibatnya, Andrie mengalami luka bakar serius pada bagian wajah hingga lengan kanannya. Serangan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk dari publik figur hingga tokoh-tokoh dakwah di Tanah Air.
Peristiwa ini juga mendapat perhatian dari Sujiwo Tejo. Melalui akun Instagram pribadinya, dalang asal Jember, Jawa Timur itu mengunggah surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dalam surat tersebut, Sujiwo Tejo menyoroti kondisi keamanan yang dinilai semakin mengkhawatirkan, terutama jika serangan terhadap aktivis diduga berkaitan dengan upaya pembungkaman kritik.
"Yth. Presiden Prabowo Subianto. Ada pembunuhan dan penyiraman air keras, yang keduanya diduga bermotif pembungkaman, dan hingga kini aktor intelektualnya belum tertangkap," tulis Sujiwo Tejo dikutip SketsaNusantara.id dari surat terbuka yang diunggah di akun Instagram @president_jancukers pada hari Minggu, 15 Maret 2026.
Sujiwo Tejo mendesak para pelaku ditangkap, termasuk dalang di balik aksi penyerangan ini. Ia juga menyampaikan kritik tajam terkait tanggung jawab negara dalam memberikan rasa aman bagi warganya.
"Dalam situasi sulit kayak sekarang, saya oke jika negara belum bisa ngasih kerjaan buat kami para rakyat, belum bisa ngasih pendidikan murah, belum bisa ngasih fasilitas kesehatan layak dan lain-lain," ujarnya.
"Tapi, kalau rasa aman bagi rakyat saja tidak bisa negara kasih, apa tidak sebaiknya negara ini kita bubarkan saja, Pak?" tandasnya.