Novel juga menilai tindakan penyiraman air keras merupakan bentuk kejahatan yang serius. Ia menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang sangat kejam.
"Paling tidak pelaku ini menghendaki cacat permanen, begitu jahatnya pelaku itu," terang Novel.
Dalam kesempatan yang sama, Novel juga menyinggung kemungkinan adanya perencanaan dalam aksi tersebut. Ia mengaku sempat melihat rekaman kamera pengawas yang berkaitan dengan peristiwa itu.
Menurutnya, pola pergerakan pelaku menunjukkan adanya koordinasi tertentu di lapangan. Hal tersebut dinilai menunjukkan kemungkinan serangan dilakukan secara terorganisir.
Novel juga menilai pelaku tidak bergerak secara spontan dalam melakukan penyerangan. Ia menyebut terdapat tanda-tanda tertentu dalam pelaksanaan aksi tersebut.
Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang telah bergerak melakukan penyelidikan. Polisi diketahui telah memeriksa saksi serta melakukan pengecekan kamera pengawas.
Novel juga menyampaikan harapannya agar proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh. Ia menilai seluruh pihak yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban.
Menurutnya, pengungkapan pelaku tidak hanya berhenti pada pelaksana di lapangan. Ia menilai kemungkinan adanya pihak lain yang berperan di balik peristiwa tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. Polisi juga masih mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti di lapangan untuk mengungkap pelaku penyerangan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!