Minggu, 19 Juli 2026

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus Disorot Novel Baswedan, Polisi Telusuri Pelaku Lewat Olah TKP

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:30 WIB
Sosok Novel Baswedan (Instagram/@emildasyahri)
Sosok Novel Baswedan (Instagram/@emildasyahri)

SketsaNusantara.id - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS menjadi sorotan publik. Insiden tersebut menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

Peristiwa penyerangan itu terjadi di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat. Kejadian berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.

Serangan tersebut memicu perhatian luas dari berbagai pihak. Aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Baca Juga: Terekam CCTV! Detik-Detik Andrie Yunus Disiram Air Keras OTK hingga Mengalami Luka Bakar Serius, Aktivis KontraS Diduga Sudah Diikuti Sebelum Diserang

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menelusuri jejak pelaku. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses penyelidikan kasus.

Peristiwa yang menimpa Andrie Yunus juga mengingatkan publik pada kasus serupa sebelumnya. Serangan penyiraman air keras pernah dialami mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

Insiden terhadap Novel Baswedan terjadi pada 11 April 2017. Peristiwa tersebut berlangsung di sekitar kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Baca Juga: Kontras Kecam Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus, Desak Polisi Usut Pelaku

Serangan terjadi saat Novel Baswedan baru saja menunaikan shalat subuh. Akibat kejadian itu, ia mengalami luka bakar serius pada bagian wajah.

Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada fungsi mata kiri. Kerusakan pada mata tersebut dilaporkan mencapai sekitar 95 persen.

Kasus yang menimpa Andrie Yunus kini juga mendapatkan perhatian dari Novel Baswedan. Mantan penyidik senior KPK itu menyoroti tindakan penyerangan yang terjadi.

Dalam konferensi pers bersama KontraS di Jakarta pada Jumat, 13 Maret 2026, Novel menyampaikan pandangannya mengenai kasus tersebut.

"Dia (Andrie Yunus) diserang yang serangan pelakunya itu bermaksud membunuh, kenapa? Pelakunya menyiram air keras di area muka," kata Novel.

Ia menjelaskan bahwa serangan yang mengarah ke bagian wajah memiliki risiko sangat besar. Menurutnya, dampak air keras dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga kematian.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X