Uniknya lagi, keranda jenazah ini juga didesain agar memungkinkan alat-alat di keranda dibongkar pasang dengan mudah, bahkan dilengkapi sistem pop-up untuk memperingkas dimensinya.
Desain keranda jenazah ini menuai apresiasi dan sempat jadi perbincangan hangat di media sosial. Tak sedikit warganet yang memuji karya Robi ini bisa memudahkan para pengurus jenazah sekaligus menjadi ladang amal baginya.
"Gak cuma dapat hadiah tapi juga jadi ladang pahala, auto dapat amal jariyah karena memudahkan proses pemakaman orang meninggal," komentar salah satu warganet.
"Desain ergonomis menghadirkan keranda yang lebih nyaman, keren juga ini jadi distribusi beban seimbang, aman bagi jenazah selama proses pengangkutan, apalagi pake material yang lebih ringan," imbuh netizen lainnya.
Eko Sri Haryanto, selaku dosen pembimbing Rio menyampaikan bahwa proses perancangan dilakukan dalam waktu relatif singkat, yakni memakan waktu 3 hari.
Pengembangan konsep hingga penyusunan gambar desain yang dikerjakan Robi melalui diskusi dan konsultasi berkelanjutan dengan dosen pembimbing.
Melalui inovasi ini, desain keranda diharapkan tidak hanya menghadirkan fungsi yang lebih baik, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi para pengusung serta tetap menjaga kehormatan jenazah.
Inovasi ini mencerminkan peran institusi pendidikan seni dalam mendorong mendorong kreativitas melalui karya yang turut memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini