news

Viral Sekolah di Pamekasan Tolak Paket Makan Bergizi Gratis, Ikan Lele Mentah Dinilai Tidak Layak Dibagikan

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00 WIB
Pihak sekolah di Pamekasan mengembalikan paket Makan Bergizi Gratis karena dinilai belum layak untuk dibagikan kepada siswa. ((X/ RadioElshinta ))

Pihak sekolah menyampaikan bahwa paket makanan tersebut dinilai belum memenuhi standar kelayakan untuk didistribusikan langsung kepada siswa maupun tenaga pengajar di sekolah.

Dalam keterangan yang beredar disebutkan bahwa “pihak sekolah menilai makanan tersebut tidak layak untuk langsung dibagikan kepada siswa maupun guru.”

Selain itu, kondisi ikan lele yang masih utuh juga menjadi perhatian pihak sekolah. Dalam video tersebut disebutkan bahwa ikan lele yang diberikan masih memiliki bagian tubuh yang belum dibersihkan sepenuhnya.

Disebutkan bahwa ikan lele yang masih utuh terlihat masih memiliki kumis sehingga dikhawatirkan cepat membusuk dan dapat memengaruhi kualitas bahan makanan lainnya.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan dan kesehatan makanan yang akan dikonsumsi oleh para siswa.

Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk tidak mendistribusikan paket makanan tersebut kepada siswa.

Langkah tersebut diambil demi menjaga kualitas serta keamanan makanan yang diberikan kepada peserta didik.

Dalam penjelasan yang beredar disebutkan bahwa atas pertimbangan keamanan dan kesehatan, pihak sekolah akhirnya memutuskan menolak dan mengembalikan paket makanan tersebut kepada dapur penyedia.

Keputusan ini juga menunjukkan bahwa pihak sekolah berusaha memastikan setiap makanan yang diberikan kepada siswa berada dalam kondisi yang layak dan aman untuk dikonsumsi.

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, terdengar pula pernyataan dari pihak sekolah yang mengungkapkan kekecewaan terhadap kualitas makanan yang diterima.

Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa dalam rekaman video juga terdengar kekecewaan dari pihak sekolah terhadap kualitas makanan yang diterima.

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya harapan agar program yang bertujuan memberikan manfaat bagi siswa dapat dilaksanakan dengan kualitas yang lebih baik.

Selain menolak paket makanan yang datang, pihak sekolah juga menyampaikan kemungkinan untuk melakukan evaluasi terhadap pihak penyedia makanan apabila kejadian serupa kembali terjadi di masa mendatang.

Dalam keterangan yang beredar disebutkan bahwa pihak sekolah bahkan menyebut kemungkinan akan melakukan evaluasi terhadap kerja sama penyediaan makanan apabila kondisi serupa kembali terjadi.

Evaluasi tersebut dinilai penting agar program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai tujuan awal, yakni meningkatkan kualitas gizi siswa.

Halaman:

Tags

Terkini