news

Menkeu Purbaya Singgung Harga BBM Subsidi Minyak Dunia Dampak Perang Iran vs Israel-Amerika: Saya Cukup Pintar...

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara terkait dampak perang Iran vs Israel-Amerika terhadap harga minyak dunia.

Hal itu Purbaya sampaikan usai sidak harga di pasar Tanah Abang pada Senin, 9 Maret 2026.

Pada kesempatan tersebut, Purbaya meminta masyarakat untuk tetap tenang menghadapi lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh pecahnya perang.

Baca Juga: Tanggapi THR Pekerja Swasta Dipotong Pajak Tapi ASN Tidak, Menkeu Purbaya: Protes Ke Bosnya Juga!

"Ekonomi kita sedang bagus, teman-teman tidak usah takut," tegas Menkeu Purbaya dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.

"Nanti kalau harga minyak dunia naik pun kita akan coba absorb lewat APBN nanti kita akan kendalikan semaksimal mungkin," imbuhnya.

Menkeu menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terburu-buru mengambil kebijakan drastis, termasuk soal harga BBM subsidi, sebelum melakukan pemantauan mendalam selama satu bulan ke depan.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Respons Kabar THR Swasta yang Kena Pajak tapi ASN Tidak, Arahkan Karyawan Protes ke...

Hingga Senin, 9 Maret 2026 harga minyak mentah jenis Brent sempat menembus angka 118 dolar AS per barel. 

Meski angka ini jauh melampaui asumsi makro APBN 2026 yang dipatok pada 70 dolar AS per barel, Purbaya menyatakan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih memiliki bantalan yang cukup kuat.

Purbaya menjelaskan bahwa volatilitas harga di awal konflik sering kali bersifat reaktif dan belum menunjukkan tren jangka panjang. 

Baca Juga: Purbaya Sering Disawer saat Live TikTok Bareng Anak, KPK Imbau Menkeu untuk Laporkan soal Pemberian Gift, Warganet Protes Gegara Ini

"Tenang-tenang dulu, yang jelas kita monitor dari waktu ke waktu yang jelas saya tidak akan terlambat mengambil keputusan jika diperlukan," tegasnya lagi.

Oleh karena itu, ia memilih untuk mengobservasi pasar selama satu bulan guna mendapatkan data yang lebih akurat sebelum merumuskan kebijakan fiskal yang pas.

Halaman:

Tags

Terkini