news

Ngeri! Detik-Detik Langit Iran Diselimuti Awan Gelap dan Turun Hujan Asam Beracun Pasca Kilang Minyak Diserang AS-Israel, Nyawa Warga Tehran Terancam

Senin, 9 Maret 2026 | 10:00 WIB
Potret Iran diselimuti awan hitam pasca kilang minyak diserang AS-Israel di tengah konflik Timur Tengah yang kian memanas (X/SupressedNws1)

Ledakan di fasilitas penyimpanan minyak juga melepaskan berbagai zat berbahaya ke udara, termasuk hidrokarbon, sulfur dioksida, dan nitrogen oksida yang merupakan sekelompok gas polutan beracun.

Hidrokarbon yang tidak terbakar sempurna menciptakan partikel sangat kecil dan menyebar ke udara dan bisa masuk ke aliran darah dan merusak jaringan paru-paru dalam jangka panjang jika terhirup manusia.

Serangan di Iran yang menargetkan gudang penyimpanan minyak baru-baru ini memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan warga sipil.

Hujan asam membahayakan kesehatan 10 juta warga di ibukota Teheran, yang beresiko menghadapi gangguan kesehatan seperti asma akut, bronkitis, hingga kerusakan paru-paru akibat paparan udara beracun.

Tak hanya berdampak pada kesehatan manusia, hujan hitam yang bersifat asam juga berpotensi mencemari tanah dan sumber air, serta merusak tanaman yang menjadi sumber pangan masyarakat.

Para ahli memperingatkan bahwa dampak lingkungan dari kebakaran fasilitas minyak dapat bertahan lama, bahkan hingga puluhan tahun. Hal ini menambah penderitaan warga Iran yang sudah terdampak konflik perang ini.

Di tengah situasi tersebut, warga Teheran kini harus menghadapi ancaman ganda. Konflik yang belum mereda mengakibatkan kerusakan infrastruktur energi hingga menimbulkam krisis lingkungan yang diam-diam mengancam jutaan nyawa warga sipil di Iran.

Baca Juga: Strategi Cerdas Iran Kelabuhi IDF, Israel Diduga Rugi 4 Juta Dolar Gegara Salah Tembakkan Rudal ke Helikopter yang Ternyata Cuma Lukisan di Atas Aspal

Tak hanya Iran, awan hitam tersebut dikhawatirkan dapat bergerak ke Timur Laut menuju Asia Tengah dan Tiongkok barat yang berpotensi menyebarkan hujan asam ke sejumlah negara di Asia.

Sementara itu, kerusakan pada fasilitas penyimpanan minyak di Tehran ini diprediksi akan memperburuk krisis energi di Iran, termasuk kemungkinan pemadaman listrik yang lebih luas di berbagai wilayah.

Pihak Israel menyatakan serangan ini bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan Iran dalam memproduksi dan meluncurkan rudal sekaligus menghentikan program nuklir negara tersebut.

Amerika Serikat yang ikut mendukung serangan ini sempat menyatakan bahwa mereka tidak secara langsung mengincar infrastruktur energi sipil.

Sebagai respons, Iran dilaporkan melancarkan serangan balasan dengan menembakkan rudal ke kilang minyak Israel di Haifa pada malam yang sama.

Selain itu, Iran juga melancarkan serangan gabungan drone dan rudal terhadap pangkalan al-Adiri yang menampung pasukan AS, sehari setelahnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini