Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan berbagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan yang mungkin terjadi. Selain situasi geopolitik global, pemerintah juga memperhatikan potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan muncul sekitar April mendatang.
Amran menilai dampak El Nino tahun ini kemungkinan tidak akan sebesar yang terjadi pada 2023 lalu. Pada periode tersebut, pemerintah sempat merencanakan impor beras dalam jumlah besar untuk mengantisipasi penurunan produksi akibat cuaca ekstrem.
Namun pada akhirnya, rencana impor yang semula diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton berhasil ditekan hingga sekitar 3 juta ton saja.
Menurut Amran, pengalaman menghadapi El Nino sebelumnya membuat pemerintah kini lebih siap dalam mengelola risiko yang mungkin muncul. Dengan berbagai persiapan tersebut, ia optimistis Indonesia mampu menghadapi tantangan iklim maupun dinamika global tanpa mengganggu ketersediaan pangan.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu khawatir terhadap isu kelangkaan pangan yang mungkin muncul di tengah ketidakpastian global. Pemerintah, kata Amran, terus memantau kondisi produksi serta cadangan pangan agar stabilitas pasokan tetap terjaga.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!