SketsaNusantara.id - Raja dangdut, Rhoma Irama turut memberikan tanggapan mengenai situasi geopolitik yang terjadi belakangan ini antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran.
Pedangdut senior yang akrab disapa Bang Haji ini memandang dari kacamata spritual. Ia mengutip ayat Al-Qur'an dan menilai konflik Timur Tengah ini sebagai bagian dari lika-liku permainan dunia.
Menurutnya, perseteruan antara Israel-Amerika dengan Iran yang terjadi belakangan ini hanyalah 'permainan semu'.
Rhoma Irama juga mengingatkan bahwa segala sesuatu di dunia ini hanya bersifat sementara, siapapun yang menang atau kalah, sifatnya tidak mutlak.
"Iran dengan Amerika sama Israel itu permainan semu. Dunia ini permainan dan senda gurau. Semua yang ada di dunia ini kehidupan yang semu," kata Rhoma Irama, dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun Instagram @genztalks pada hari Senin, 2 Maret 2026.
"Sebenarnya kehidupan, kebahagiaan, dan kemenangan itu ada di akhirat. Kalau di sini cuma la'ibun walahwun, main-main saja," imbuhnya.
Pelantun lagu "Begadang" itu juga ikut menanggapi dampak kemanusiaan di tengah ketegangan konflik Timur Tengah, termasuk warga Indonesia yang tak bisa pulang saat penerbangan ditutup karena alasan keamanan.
Rhoma menilai kejadian ini dianggap sebagai ujian dari bencana yang diciptakan manusia sendiri. Ia juga menuturkan bahwa segala kerusakan sesungguhnya diciptakan oleh manusia sendiri.
"Iya tentu ini berdampak karena musibah itu terjadi. Seperti yang dikatakan dalam Qur'an, Allah berfirman, 'sesungguhnya bencana yang terjadi di muka bumi dan yang terjadi pada diri kamu semuanya'. Itu sudah termaktub sebelum itu terjadi, artinya Allah Maha Tahu apa yang terjadi," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Israel dengan bantuan AS menyerang Tehran pada hari Sabtu, 28 Februari 2026 hingga menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamnenei dan ratusan warga sipil lainnya.
Tak tinggal diam, Iran kemudian memberikan serangan balasan dengan melancarkan serangan ke pangkalan militer Israel Tel Aviv dan pusat pemerintahan di Yerusalem serta menyerang pangkalan AS di Qatar, Kuwait hingga Uni Emirat Arab (UEA).
Perseteruan antarnegara ini menimbulkan kekhawatiran global akan terjadi Perang Dunia III. Konflik ini juga berdampak pada stabilitas pasokan energi, terlebih setelah Iran menutup Selat Hormuz karena alasan keamanan.