Minggu, 19 Juli 2026

Pidato Terakhir Ali Khamenei Sebelum Gugur Diserang AS-Israel Viral, Soroti Trump dan Sebut Kekaisaran Amerika Menuju Kehancuran

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 3 Maret 2026 | 21:30 WIB
Sosok Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang gugur dibunuh AS-Israel. (X/@khamenei_ir)
Sosok Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang gugur dibunuh AS-Israel. (X/@khamenei_ir)

SketsaNusantara.id - Publik internasional menyoroti kabar gugurnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Peristiwa tersebut disebut terjadi dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Serangan udara dilaporkan menghantam wilayah Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kompleks kediaman keluarga Khamenei di Teheran disebut menjadi sasaran puluhan bom.

Kabar wafatnya Khamenei kemudian dikonfirmasi media pemerintah Iran. Pernyataan terbuka juga disampaikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Baca Juga: Menyusul Meninggalnya Pemimpin Revolusi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Iran Tutup Selat Hormuz, Apa Dampaknya bagi Dunia?

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," tulis Trump di jaring media Social Truth miliknya, pada Minggu, 1 Maret 2026.

Di tengah kabar duka tersebut, beredar kembali cuplikan pidato terakhir Ali Khamenei. Pidato itu disampaikan pada 17 Februari 2026.

Berdasarkan laporan NDTV World, pidato tersebut berlangsung dalam peringatan pemberontakan Tabriz 1978. Acara digelar di Provinsi Azerbaijan Timur, Iran.

Baca Juga: Rieke Diah Pitaloka dan Sejumlah Publik Figur Indonesia Berduka atas Kematian Ali Khamenei, Unggahan Terakhir Pemimpin Tertinggi Iran Dibanjiri Doa

Dalam pidato itu, Khamenei memberikan sorotan tajam terhadap Amerika Serikat. Ia menyinggung posisi AS sebagai sekutu utama Israel.

"Kekaisaran itu (AS) sebenarnya tengah menuju kehancuran," tegas Khamenei.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian luas setelah kabar wafatnya beredar. Banyak pihak mengaitkan isi pidato dengan eskalasi konflik terbaru.

Dalam kesempatan yang sama, Khamenei juga menyinggung situasi domestik Amerika Serikat. Ia menyebut sistem yang dibangun Washington tengah mengalami kemunduran.

Khamenei menilai kebijakan kontroversial Presiden Trump memicu penolakan internal. Ia menyebut lebih dari setengah warga AS tidak menyukai presidennya.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa Amerika Serikat sedang menghadapi persoalan ekonomi dan sosial. Menurutnya, berbagai masalah tersebut berasal dari kebijakan yang dibuat sendiri.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X