SketsaNusantara.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan peringatan serius terkait stabilitas pasokan energi global.
Berdasarkan temuan intelijen dan analisis geopolitik terbaru, pemerintah Indonesia kini tengah bersiaga menghadapi akibat penutupan Selat Hormuz sebagai dampak dari meluasnya konflik bersenjata antara Iran dan Israel.
Dimana Selat Hormuz merupakan jalur urat nadi pengiriman minyak dunia sehingga penutupan jalur ini diprediksi akan memicu lonjakan harga minyak mentah secara drastis dan mengganggu distribusi energi ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Bahlil membeberkan temuan intelijen Indonesia bahwa ketegangan antara Iran dan Israel serta Amerika tidak bisa di prediksi kapan akan berakhir.
Dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, dalam keterangannya di Kantor Kementerian ESDM, Selasa 3 Februari 2026 Bahlil menyebutkan bahwa eskalasi di Timur Tengah telah mencapai titik kritis yang dapat menghentikan lalu lintas kapal tanker pembawa energi global.
Sedangkan Indonesia merupakan salah satu bagian negara yang mengambil minyak dari Timur Tengah yang melewati Selat Hormuz.
Meski demikian Indonesia rupanya telah memiliki strategi tersendiri untuk menghadapi situasi genting ini dengan melakukan diversifikasi asal impor untuk menghadapi krisis energi yang memungkinkan terjadi akibat penutupan Selat Hormuz tersebut.
Menurut Bahlil, Indonesia kini memutuskan mengambil minyak dari Timur Tengah sekitar 20-25% saja, selebihnya akan mengambil dari Amerika, Afrika dan Angola serta negara lain seperti Brazil dan negara latin lainnya.
"Jadi secara keseluruhan impor kita 20-25% dari Selat Hormuz selebihnya tidak dari sana," ungkap Bahlil dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Sedangkan crud oil (minyak mentah) pemerintah mengambil dari Amerika untuk memberikan kepastian ketersediaan crud oil negara.
Sedangkan impor bensin ron 90, 93, 95 dan 98 dipastikan aman sebab selama ini pemerintah tidak mengimpor dari Timor Tengah namun diluar negara tersebut, dimana salah satunya justru dari Asia Tenggara sendiri.