Khamenei juga membahas awal mula ketegangan antara Teheran dan Washington. Ia menyebut hubungan kedua negara retak akibat ambisi Amerika terhadap Iran.
Ia menegaskan Iran berdiri di jalannya sendiri sebagai Republik Islam. Khamenei menyatakan negaranya tidak akan tunduk pada tekanan luar.
Dalam pidato itu, ia menekankan serangan dan ancaman tidak akan meruntuhkan rezim Iran. Pernyataan tersebut kini kembali dikutip di berbagai media.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi kawasan Timur Tengah masih memanas. Serangan Israel yang didukung Amerika Serikat memicu respons balasan Iran.
Garda Revolusi Iran dilaporkan mengancam akan meluncurkan operasi ofensif intensif. Targetnya disebut mencakup Israel dan pangkalan militer AS di kawasan.
Perkembangan terbaru ini menandai babak baru konflik regional. Pidato terakhir Khamenei menjadi bagian dari arsip penting menjelang peristiwa tersebut.
Cuplikan rekaman pidato itu kini beredar luas di media sosial. Banyak warganet membagikan ulang isi pernyataannya.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah terus menjadi perhatian dunia. Perkembangan setiap hari memengaruhi stabilitas kawasan secara luas.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!