SketsaNusantara.id - Eskalasi konflik Timur Tengah kian memanas pasca serangan militer Israel dan Amerika Serikat ke Iran, pada hari Sabtu, 28 Februari 2026.
Di tengah konflik yang masih terus berlanjut, beredar kabar bahwa PM Israel, Benjamin Netanyahu tewas hingga pangkalan militer AS di Asia Tenggara yang berada di Filipina ikut menjadi target serangan Iran.
Kabar ini mencuat usai beredar sejumlah unggahan di platform X dan Facebook yang menampilkan Israel tengah berduka atas kematian Netanyahu.
Selain itu, beredar pula narasi seorang konten kreator asal Filipina yang mendadak rumahnya terkena rudal serangan Iran, saat sedang live streaming belum lama ini dan dikaitkan dengan konflik Timur Tengah.
Kedua isu tersebut ramai diperbincangkan publik dan seketika jadi trending topic di media sosial sejak hari Senin, 2 Maret 2026.
Keyword "Netanyahu tewas" hingga "pangkalan militer AS Filipina" juga muncul sebagai salah satu pencarian terbanyak di Google dalam beberapa hari terakhir. Lantas, bagaimana kebenarannya?
Berdasarkan penelusuran SketsaNusantara.id dari berbagai sumber, kabar mengenai tewasnya Benjamin Netanyahu dan serangan ke pangkalan militer AS di Filipina adalah tidak benar (hoaks).
Kabar ini muncul di tengah ketegangan di Timur Tengah pasca Israel menyerang Tehran yang menewaskan pemimpin tertinggi Islam Iran, Ali Khamenei.
Benjamin Netanyahu Dipastikan Masih Hidup
Mengutip dari situs Good Returns, Kantor Perdana Menteri Israel (PMO) telah resmi membantah rumor kematian Netanyahu dan menyebutnya sebagai "berita palsu" yang beredar di media sosial.
aplikasi kecerdasan buatan (AI) Grok juga mengonfirmasi bahwa video yang menyebarkan narasi mengenai kematian Netanyahu merupakan rekaman lawas dan tidak ada hubungannya dengan peristiwa terkini di Israel.
Selain itu, media News X juga mengonfirmasi bahwa Netanyahu tampil secara terbuka pada hari Senin, 2 Maret 2026, saat mengunjungi lokasi serangan rudal di Beit Shemesh.