SketsaNusantara.id – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir memicu rentetan bencana di berbagai titik.
Berdasarkan data Pusdalops Penanggulangan Bencana (PB) Selasa 3 Maret 2026, wilayah Jember dilaporkan mengalami banjir luapan serta insiden bangunan roboh akibat hujan lebat disertai angin kencang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa banjir luapan terjadi sejak Senin malam pukul 18.30 WIB.
Baca Juga: Kawal Program Makan Bergizi dari Makkah, Gus Fawait Pastikan Pelaksanaannya Sesuai SOP
Peningkatan debit air pada empat sungai utama, Sungai Dinoyo, Kaliputih, Badean, dan Kalijompo, menyebabkan air berwarna lumpur setinggi 40 hingga 70 cm merendam permukiman warga.
"Dampak banjir luapan ini tersebar di tiga kecamatan, yakni Panti, Rambipuji, dan Kaliwates. Total ada 132 KK atau sekitar 453 jiwa yang terdampak, termasuk kelompok rentan seperti balita dan lansia," ujar Edy Budi Susilo.
Di Kecamatan Rambipuji, Desa Gugut menjadi wilayah terdampak paling signifikan dengan 45 KK yang sempat mengungsi. Selain rumah warga, fasilitas umum seperti Musholla Sabillal Muttaqien dan PAUD Satrian juga turut terendam.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang Mayang, BPBD Jember: Dua Rumah Warga Rusak Tertimpa Pohon Tumbang
Sementara itu, di Kecamatan Panti, akses jalan perkebunan di Desa Suci sempat terhambat akibat material longsor.
"Per pukul 22.00 tadi malam, kondisi air sudah surut total dan pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan mandiri. Kami juga telah mendistribusikan logistik berupa sembako, kasur, selimut, hingga peralatan dapur mandiri di Desa Gugut," tambah Edy.
Selain banjir, BPBD Jember juga menangani dua insiden bangunan roboh yang dipicu oleh konstruksi bangunan yang sudah lapuk dan cuaca buruk.
Peristiwa pertama terjadi di Dusun Salak, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, di mana dapur rumah milik Bapak Simin (87) ambruk.
Insiden serupa terjadi di Kelurahan Kaliwates, Kecamatan Kaliwates. Rumah milik Siti Munawaroh (52) mengalami kerusakan sedang setelah atapnya runtuh akibat hujan angin yang terjadi sejak akhir Februari.