news

Data 22 Ribu Penerima Insentif Guru Ngaji Hampir Rampung, Legislator PDI Perjuangan Dorong Segera Pencairannya

Senin, 2 Maret 2026 | 21:08 WIB
Anggota DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho saat dikonfirmasi. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id )

SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember tengah menyelesaikan pemdataan terhadap 22 ribu guru ngaji, sebagai penerima insentif.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jember Wahyu Prayudi Nugroho meminta agar pencairannya segera di cairkan sebelum lebaran 2026.

“Dari pendataan yang dilakukan saat ini sudah hampir rampung semua, dari total 248 desa dan kelurahan masih kurang sekitar 26 desa saja,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 2 Maret 2026.

Baca Juga: DPRD Jember Resmi Ajukan Fatmawati dari Fraksi NasDem sebagai Wakil Ketua, Gantikan Dedy Dwi Setiawan yang Sedang Terjerat Kasus Korupsi

Proses pendataan yang dilakukan oleh Pemkab Jember, diharapkan bisa transparan dan tepat sasaran penerimanya.

Apalagi menurut Wahyu, dengan nominal Rp1,5 juta insentif guru ngaji ini bisa menjadi kado terbaik bagi mereka yang telah mengabdikan dalam mengajar ilmu agama.

“Maka kami mendorong agar penerima ini bisa merasakannya sebelum lebaran 2026 ini, terlebih lagi penerimanya harus disampaikan secara transparan,” imbuhnya.

Baca Juga: DPRD Jember Dorong Layanan Home Care Prioritaskan Kawasan Pelosok Pedesaan

“Karena anggaran insentif guru ngaji ini totalnya mencapai Rp46 miliar yang bersumber APBD tahun 2026, sehingga bisa tepat sasaran dan bila ada perubahan data bisa segera disesuaikan segera,” paparnya.

Anggota Komisi D DPRD Jember ini juga menegaskan, insentif yang diberikan ini merupakan bagian dari penghargaan dalam pengabdian para guru ngaji.

“Walaupun apa yang dilakukan oleh guru ngaji ini lebih besar dibandingkan insentif yang diberikan, untuk mendidik anak-anak kita,” pungkasnya.

Baca Juga: Diduga Picu Keracunan MBG, Fraksi Gerindra DPRD Jember Soroti Kinerja Tak Profesional SPPG: Rekomendasi Cabut Izinnya

Sebagai informasi, dari total 22 ribu guru ngaji di antaranya guru kitab suci non muslim, mudin, 3000 marbot dan 2000 ketua pengajian muslimah.

Pada tahun 2026 ini ada 44 persen nama baru dan 40 persennya dipenghu oleh guru ngaji kitab suci non muslim.***

Halaman:

Tags

Terkini