Memiliki aura jenderal yang kuat, membuat Sandi takjub kala melihatnya dan memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya.
“Setiap bertemu dengan beliau, yang terasa bukanlah hanya kewibawaan seorang jenderal, tetapi juga kehangatan sosok orang tua yang selalu memberikan nasihat dengan penuh ketulusan,” imbuhnya.
Sandi juga membeberkan warisan apa saja yang ditinggalkan oleh sosok yang menjadi Wakil Presiden RI periode 1993-1998 ini.
“Warisan terbesar beliau bukan hanya jabatan sebagai Wakil Presiden RI ke-6, tetapi nilai-nilai pengabdian, keteguhan, dan cinta tanah air yang akan selalu hidup di hati bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Try Sutrisno diangkat menjadi Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto kala itu.
“Semoga Allah SWT menerima amal dan ibadah beliau dan memberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya,” doanya.
Bangsa ini kini telah kehilangan sosok jenderal bersahaja yang juga pernah menjabat sebagai Panglima ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) (1988-1993) ini.
“Selamat jalan, Pak Try. Jasa dan pengabdianmu akan selalu dikenang,” tutup Sandi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!