Kini, Selat hormuz ditutup kemungkinan Oman dan India akan menjadi alternatif Pertamina sehingga jalur yang dilalui lebih jauh dan biaya yang dikeluarkan akan melonjak tajam yang berpengaruh pada harga jual minyak.
Sebagai negara net importir minyak, Indonesia sangat rentan terhadap gejolak di Selat Hormuz.
Gangguan distribusi bisa berdampak pada ketersediaan pasokan, beban subsidi energi, hingga stabilitas nilai tukar rupiah.
Fokus dunia saat ini bukan sekadar pada aksi militer, tetapi pada keberlangsungan Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi global.
Publik berharap konflik ini tak berlarut-larut karena dampaknya dipastikan meluas, bukan hanya bagi Timur Tengah, tetapi juga bagi Asia dan negara-negara berkembang seperti Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!