SketsaNusantara.id – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya akhirnya angkat bicara merespons tudingan terkait Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tudingan sejumlah pihak, termasuk kritik tajam dari fraksi PDI-P, yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah "merebut" atau memotong anggaran pendidikan nasional.
"Saya ingin meluruskan narasi yang keliru, kemarin ada sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi anggaran pendidikan sehingga sekolah terbengkalai, guru-guru tidak diperhatikan," ungkap Teddy Indra Wijaya dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
"Saya mau jawab itu narasi yang keliru," tegasnya.
Dalam keterangannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Seskab Teddy menegaskan bahwa narasi yang menyebut program MBG merugikan sektor pendidikan adalah sebuah kekeliruan dalam memahami struktur APBN 2026.
Menurutnya MBG bertujuan besar, yakni untuk menaikkan kualitas sumber daya siswa muali Paud hingga SMA.
Teddy menjelaskan bahwa pengalokasian dana MBG sebesar Rp223,5 triliun dalam fungsi pendidikan bukanlah bentuk pemotongan, melainkan reinterpretasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.
"Apakah program makan bergizi ini mengurangi anggaran pendidikan? Saya jawab tidak," tegas Teddy lagi.
Menurutnya tidak ada anggaran pendidikan yang dipotong atau dihilangkan. Program Makan Bergizi Gratis ini justru merupakan instrumen pendukung pendidikan untuk menunjang kebutuhan gizi anak.
Hal ini dengan dibuktikan tidak ada program pemerintahan sebelumnya yang dihentikan, namun semua berjalan dan justru bertambah.
Baca Juga: Bupati Gus Fawait Bakal Bentuk Satgas guna Awasi Perbaikan Kualitas MBG di Jember
Teddy mencontohkan program Kartu Indonesia Pintar, Program Indonesia Pintar yang terus berjalan dan ditambahkan Prabowo dengan program sekolah rakyat untuk anak-anak yang tidak mampu agar tetap bersekolah.