SketsaNusantara.id – Rencana besar pemerintah untuk mendatangkan 105.000 mobil niaga India dari produsen Mahindra dan Tata Motors berada di persimpangan jalan.
Ribuan unit kendaraan niaga dari India yang wacananya akan digunakan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini terancam ditunda atau bahkan dibatalkan.
Dua lembaga negara yakni DPR RI dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, menyuarakan keberatan atas rencana impor mobil niaga tersebut.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta rencana impor mobil dari India tersebut ditunda, sementara itu Kadin justru meminta pemerintah membatalkan impor mobil india tersebut.
"Saat ini apa yang diminta pimpinan DPR (Sufmi Dasco) menunda sampai presiden melakukan kajian atau putusan apa yang paling baik dilakukan dengan pengadaan mobil ini," ungkap Saleh Daulay, ketua komisi VII DPR RI fraksi PAN dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV.
Menurut Saleh Daulay saat ini Sufmi Dasco Ahmad, telah secara resmi meminta pemerintah untuk menunda terlebih dahulu proses impor yang dijalankan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Dasco menekankan bahwa saat ini Presiden Prabowo Subianto masih berada di luar negeri.
Bahwa keputusan strategis bernilai puluhan triliun ini dianggap perlu dibahas secara detail langsung dengan kepala negara setibanya di tanah air.
Dasco ingin pemerintah menghitung kembali kesiapan perusahaan otomotif lokal dan meminta pemerintah untuk menggunakan semaksimal mungkin kendaraan yang didalam negeri.
"Industri otomotif di Indonesia sebetulnya sanggup untuk mengadakan mobil tersebut karena sanggup maka semestinya kita memakai potensi yang ada didalam negeri," tegas Saleh Daulay.