news

Satgas Gulbencal Kodam I/BB Percepat Pemulihan Jembatan di Tapanuli Tengah, Mobilitas Warga Kini Lancar

Selasa, 24 Februari 2026 | 18:46 WIB
Kodim 0211/TT menuntaskan perbaikan jembatan beton di Titik VI aliran Sungai Sigiring Giring, Lingkungan IV, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Senin (23/2/2026). (Dok. Pendam I/BB)

SketsaNusantara.id - Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Tapanuli Tengah terus dikebut. Salah satunya melalui perbaikan jembatan beton di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Akses vital masyarakat kini kembali dapat digunakan.

Satgas Penanggulangan Bencana Alam atau Gulbencal Kodam I/Bukit Barisan melalui Kodim 0211/Tapanuli Tengah menuntaskan perbaikan jembatan beton di Titik VI aliran Sungai Sigiring Giring, Senin, 23 Februari 2026.

Jembatan yang berada di Lingkungan IV, Kelurahan Hutanabolon itu kini telah berfungsi kembali. Kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat melintas. Mobilitas warga pun kembali berjalan lancar.

Baca Juga: Pertemuan Strategis di Mabes TNI AD, Promedia Tawarkan Jaringan 1.250 Media untuk Publikasi Program Nasional

Pemulihan jembatan beton menjadi langkah penting dalam mengembalikan akses transportasi. Sebelumnya, jembatan tersebut mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem. Kondisi ini sempat menghambat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.

Dengan selesainya perbaikan, distribusi kebutuhan pokok kembali normal. Akses menuju pusat aktivitas warga tidak lagi terputus. Jalur ini juga menjadi penghubung utama bagi kegiatan harian masyarakat.

Selain pekerjaan pada struktur utama jembatan, personel Satgas juga melaksanakan pembersihan alur sungai. Material tanah dan batu yang menumpuk akibat banjir dibersihkan untuk memperlancar aliran air.

Baca Juga: Akses Terputus Usai Banjir, Jembatan Apung TNI Jadi Penyelamat Warga Sawang Aceh Utara, Biaya Getek Rp20 Ribu Terpangkas

Penguatan tebing sungai dilakukan melalui pembuatan slop. Langkah ini bertujuan mencegah erosi dan menjaga stabilitas struktur jembatan. Pembangunan pion jembatan turut dilakukan untuk meningkatkan ketahanan terhadap arus deras.

Seluruh kegiatan tersebut dikerjakan secara terpadu. Personel dari Zidam I/BB, Kodim 0211/TT, dan Yon TP 908/GD terlibat langsung di lapangan. Pekerjaan didukung satu unit excavator long arm dan peralatan tukang lainnya.

Dukungan alat berat digunakan untuk mempercepat proses normalisasi sungai. Penyempurnaan konstruksi jembatan dilakukan agar lebih kokoh dan tahan terhadap potensi bencana serupa di masa mendatang.

Kapendam I/BB, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, S.E., M.Tr.(Han), menyampaikan bahwa perbaikan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan membantu pemerintah daerah.

“Kami berupaya agar infrastruktur yang terdampak dapat segera difungsikan kembali sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lancar. Pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kekuatan dan keamanan konstruksi,” ujarnya.

Menurutnya, percepatan pemulihan sarana umum menjadi prioritas. Hal ini bertujuan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi akibat terputusnya akses transportasi. Proses pengerjaan dilakukan dengan standar teknis yang ketat.

Halaman:

Tags

Terkini