news

Pengabdian Tak Akan Sia-Sia! Nadiem Makarim Sisipkan Pesan Menyentuh di Tengah Polemik Alumni Awardee LPDP yang Dinilai Merendahkan Identitas WNI

Selasa, 24 Februari 2026 | 14:38 WIB
Pesan Nadiem Makarim di tengah polemik alumni LPDP yang dinilai merendahkan identitas WNI, ajak generasi muda tak lelah mencintai Indonesia (Instagram/nadiemmakarim)

"Saya saja kembali ke Indonesia dan mendirikan Gojek yang menciptakan jutaan pekerjaan. Saya pun mengabdi pada generasi penerus bangsa sebagai Menteri Pendidikan, sampai saya dipenjarai pun, saya masih mengabdi kepada negara karena pengabdian itu tidak mungkin sia-sia," tuturnya.

"Jadi mohon kepada anak muda, jangan putus asa. Masih banyak harapan di Indonesia, kembalilah pulang ke Indonesia dan berkontribusi untuk negara ini. Saya masih cinta negara ini walaupun dalam situasi seperti ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, Nadiem Makarim menempuh pendidikan dasar di Jakarta hingga akhirnya melanjutkan pendidikan ke Amerika Serikat dan meraih gelar MBA di Harvard Business School pada tahun 2006.

Setelah menyelesaikan sekolahnya di Harvard, Nadiem memutuskan untuk kembali pulang ke tanah air dan menjadi pengusaha dengan mendirikan Gojek pada tahun 2011.

Baca Juga: Jujur Malah Sengsara? Bintang Emon Sindir Pedas Putusan Vonis Tom Lembong, Unggah Video Satir Bongkar 3 Jurus untuk Bisa Selamat Hidup di Indonesia

Perusahaan penyedia layanan transportasi yang didirikannya menjadi perushaan rintisan terbesar di Indonesia yang beroperasi di sejumlah negara ASEAN termasuk SIngapura, Vietnam hingga Thailand.

Unggahan Nadiem mengundang respons positif dari warganet. Banyak yang memuji ketulusan founder Gojek yang terus berkontribusi tak hanya membuka lapangan kerja bagi semua kalangan tetapi juga ikut memajukan perekonomian Indonesia, termasuk membantu UMKM berkembang.

"Luasnya hati Pak Nadiem, beliau yang jujur masih dizalimi dan difitnah korupsi. Nggak salah juga kalo ada yang benci dengan negeri ini karena banyak orang jahatnya. Hanya beberapa yang punya niat benar-benar ingin memperbaiki negeri ini," komentar salah satu warganet.

"Terima kasih Pak Nadiem. Gojek benar-benar banyak berkontribusi dan banyak membantu, bukan cuma membuka lapangan kerja untuk seluruh lulusan pendidikan apapun tetapi juga mengangkat UMKM, bahkan ikut mengurangi kemacetan. Semangat, kami mendukung bapak," imbuh warganet lainnya.

Baca Juga: Menjadi Tersangka Korupsi Triliunan, Mahfud MD Nilai Nadiem Makarim Bersih Tapi Keliru?

"Sebanyak itu jasanya Nadiem dari Gojek yang bikin masyarakat punya penghasilan dan ikut kasih hasil positif ke negara, tapi negara nggak ada terima kasihnya dan malah dikriminalisasikan, dalam kondisi sulit masih tetap berbesar hati, salut!" tulis warganet lainnya.

Polemik terkait alumni LPDP belakangan ini pun memperlihatkan besarnya ekspektasi publik terhadap para penerima beasiswa negara.

Di satu sisi, negara menaruh harapan agar para awardee dapat berkontribusi nyata bagi Indonesia. Di sisi lain, polemik DS ikut membuka ruang refleksi mengenai makna pengabdian, nasionalisme, serta pilihan hidup di tengah kondisi Indonesia saat ini yang masih perlu banyak perbaikan.

Pesan yang disampaikan Nadiem menegaskan bahwa di tengah kondisi carut marut sekarang ini, harapan terhadap Indonesia masih tetap ada, selama generasi mudanya memilih untuk pulang, bertahan, dan ikut berkontrisi membangun negeri demi masa depan yang lebih baik.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini