SketsaNusantara.id - Kejadian nahas menimpa Atnah, seorang nenek penjual nasi uduk di kawasan Jatiwarna, Bekasi, yang terancam tak bisa kembali berdagang usai jadi korban pencurian.
Nenek berusia 65 tahun itu mengaku lemas usai mengetahui bahwa uang senilai Rp700.000 raib dicuri pelaku pada hari Selasa, 17 Februari 2026.
Peristiwa pencurian ini juga terekam kamera CCTV yang sempat viral dan ramai jadi perbincangan di media sosial hingga mendapat perhatian dari Wali Kota Bekasi.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat seorang pria berbadan tinggi mengenakan masker putih berpura-pura menjadi pembeli dan memesan 4 bungkus nasi uduk.
Saat Nenek Atnah lengah karena bekerja sendiri ketika sibuk membungkus nasi, pelaku kemudian memanfaatkan situasi tersebut dan membawa sejumlah uang yang ada dalam kaleng yang diletakkan di kursi belakang korban.
Pelaku melancarkan aksinya saat situasi sepi. Dengan cekatan, ia membuka kaleng tanpa disadari nenek Atnah lalu memasukkan uang dalam kantong celana dan akhirnya berhasil kabur dengan membawa motor merah yang dikendarainya.
"Saya lagi bungkusin (nasi), nggak lihat. Udah dapat 2 bungkus, tahu-tahu itu orang (pelaku) langsung kabur," kata Atnah dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun @lambegosiip pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
"Saya baru bisa nengok, pas saya cek, yah kaleng udah kosong, lha ternyata dia ambil uang saya, lemes aku," lanjutnya.
Baca Juga: Uang Rp4 Juta Milik Nenek Penjual Nasi Uduk di Bekasi Digondol Pria Pura-Pura Jadi Pembeli
Atnah mengaku sebelumnya tak menaruh curiga sama sekali saat melayani pembeli hingga akhirnya tersadar uangnya ludes.
Salah satu anggota keluarga menyebut, Atnah baru sadar sekitar lima menit setelah kejadian. Faktor usia dan keterbatasan pendengaran membuat korban tak menyadari suara kaleng saat dibuka hingga pelaku berhasil melancarkan aksinya.
Akibat kejadian tersebut, Atnah mengaku tak bisa kembali berjualan nasi uduk. Uang yang dicuri merupakan hasil dagang yang akan diputar kembali untuk usaha dan kebutuhan sehari-hari.
Atnah menceritakan bahwa ia baru saja pindah dan berjualan nasi uduk di tempat tersebut selama 4 bulan terakhir. Selama kurang lebih 30 tahun, Atnah berjualan nasi uduk demi menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya.