Setiap harinya Nenek Atnah selalu bangun lebih pagi untuk memasak dan memboyong dagangannya ke tempat jualan sejak pukul 03:00 WIB dini hari lalu buka toko mulai pukul 05:30 WIB.
"Aku lemes pas tahu uangnya nggak ada, ya namanya orang juga capek habis dagang. Saya baru 4 bulan pindah, jualan nasi uduk udah lama 30 tahun, biar anak-anak bisa sekolah," katanya.
Meski terpukul dan sedih karena sementara ini tak bisa berjualan, Atnah mengaku ikhlas dan memaafkan pelaku.
Pasca kejadian tersebut, Nenek Atnah belum bisa berjualan nasi uduk karena mengaku trauma. Ia bahkan tidak melaporkan kejadian itu ke polisi karena keterbatasan kondisi fisiknya.
"Tiap hari saya jualan, tapi baru hari ini saya kecolongan, maksudnya ada orang berbuat jahat begini. Nggak usah ditangkep (pelakunya) biarin, lepas aja," pungkasnya.
Kejadian ini menuai simpati publik. Banyak warganet termasuk publik figur menyuarakan dukungan dan mendoakan nenek Atnah sekaligus mendesak polisi ikut turun tangan setelah mendengar kisah nenek Atnah.
Netizen ramai membubuhkan tag akun Polri untuk membantu nenek Atnah mencari pelaku agar tak ada lagi korban lain yang mengalami nasib serupa seperti nenek Atnah.
"Viralin gaes, bantu nenek ini cari malingnya @divisihumaspolri. Jangan sampe ada korban lain karena pelakunya masih keliaran apalagi udah ada bukti CCTV," komentar salah satu warganet.
"Ya Allah nenek baik banget, gak mau pelakunya ditangkap padahal udah dijahatin. Setulus itu hati nenek Insya Allah semoga nanti diberikan ganti berlipat ganda, dilimpahkan rezekinya, aminn," imbuh netizen lainnya.
"Pelaku emang sengaja cari korban yang udah tua, contohnya kaya nenek ini. Nasi uduk gak seberapa untungnya, tolong @divisihumaspolri harus di usut tuntas kasus ini supaya pelakunya tertangkap karena udah sering terjadi aksi pencurian yang meresahkan," tulis warganet lainnya.
Kisah memilukan yang dialami Nenek Atnah ini menyebar luas dan terdengar sampai ke telinga Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.
Tri Adhianto memberikan bantuan dan meminta Kapolres Metro Bekasi agar segera menindak kasus ini. Pihak berwajib juga kabarnya sudah mulai bergerak dan melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV yang beredar.
"Bagi sebagian orang, Rp700 ribu mungkin kecil.
Bagi pedagang kecil, itu modal hidup," tulis Tri Adhianto dalam unggahan di akun Instagram @mastriadhianto pada hari Kamis, 19 Februari 2026.
"Semoga kejadian ini tidak berulang, saya sudah minta pak kapolres untuk segera menindaklanjuti pelaku dan jadi evaluasi kita bersama dalam menjaga lingkungan agar meminimalisir segala bentuk kejahatan," pungkasnya.
Sejak kisahnya viral, bantuan dari berbagai pihak mulai berdatangan. Meski masih trauma dan belum kembali berjualan, keluarga menyebut Atnah berusaha tegar dan tetap bersyukur dan memilih ikhlas memaafkan pelaku.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Kronologi Penjual Nasi Uduk di Pamulang Meninggal Dunia, Diduga Akibat Kelelahan Antri saat Beli Gas Elpiji 3Kg
Viral Aksi Siswa SMA Yadika 8 Bekasi Bersihkan Sungai, Dedi Mulyadi Dukung dan Janjikan Nilai Tinggi
Heboh 'Air Mancur' Dadakan di Jalan Jatiwaringin Bekasi, Netizen: Udah Bikin Macet Malah Bikin Curug
Siapa Bupati Bekasi Sekarang? Inilah Profil dan Biodata Ade Kuswara Kunang yang Terjaring OTT KPK
Kompak! Deretan Ayah-Anak yang Ditangkap KPK Gara-gara Korupsi, Terbaru, Bupati Bekasi Ade Kuswara-HM Kunang
Modus Pengamen Pura-Pura Memantau Situasi, Motor Warga Bekasi Raib Terekam CCTV