SketsaNusantara.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi.
Dikatakan Dadan bahwa sekitar 60 persen pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini sudah mampu membeli sepeda motor dari hasil bekerja dalam program tersebut.
"Program MBG tidak hanya menyasar (pelaku) produk-produk pertanian seperti bahan baku (yang memperoleh keuntungan dari MBG), tetapi berdasarkan data dari perusahaan kendaraan bermotor, angka penjualan sepeda motor mencapai 4,9 juta di tahun 2025 yang terdongkrak oleh MBG. Di SPPG, 60 persen pegawainya bisa beli motor," katanya, dilansir dari akun Instagram @undercover.id.
Baca Juga: Diduga Dipicu Sengketa Tanah Wakaf, Puluhan Warga Rusak Bangunan Dapur MBG di Lombok Timur
Menurutnya, dampak MBG juga terasa pada meningkatnya kebutuhan bahan pangan.
Untuk satu SPPG saja, katanya, dalam sekali makan dibutuhkan sekitar 3.000 buah pisang.
Selain itu, kebutuhan susu juga meningkat signifikan.
Dalam satu hari, satu SPPG memerlukan sekitar 450 liter susu.
"Petani hidroponik, pegawai pabrik tahu juga mulai bangkit kembali. Permintaan susu juga meningkat,"
"karena satu SPPG dalam satu hari itu butuh 450 liter susu, sudah banyak sekarang pengusaha susu yang punya cold storage (pendingin) yang disiapkan untuk mendukung MBG,” ujar Dadan.
Baca Juga: Dapat Rapelan MBG Sepekan Awal Ramadhan, Ibu PAUD Unboxing Paket Berisi Roti hingga Ayam Ungkep
Dadan menambahkan, latar belakang pendidikan orang tua di Indonesia yang rata-rata hanya sembilan tahun turut menjadi alasan pentingnya program ini.
Ia menyebut sekitar 60 persen anak Indonesia belum memiliki akses terhadap gizi seimbang dan tidak pernah minum susu.