SketsaNusantara.id - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, ketersediaan stok darah menjadi perhatian utama berbagai pihak. Kebutuhan transfusi diperkirakan tetap tinggi, sementara pola donor berpotensi mengalami perubahan selama bulan puasa.
Di Kabupaten Jember, Unit Donor Darah PMI memastikan pasokan darah dalam kondisi aman dan terkendali. Upaya intensif dilakukan sejak awal Februari untuk menjaga stabilitas ketersediaan hingga Hari Raya Idul Fitri.
Hasilnya, stok darah di ruang penyimpanan PMI Jember per 17 Februari 2026 menembus angka 1.700 kantong. Jumlah ini dua kali lipat lebih tinggi dibanding target standar yang berada di kisaran 780 kantong.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S.Pd, menyebut capaian tersebut merupakan buah dari strategi masif yang dijalankan secara konsisten. PMI mengerahkan sedikitnya tiga hingga empat tim unit donor setiap hari ke berbagai lokasi.
"PMI mengerahkan sedikitnya tiga hingga empat tim unit donor setiap harinya untuk melakukan aksi jemput bola ke berbagai titik," ungkap Zainollah.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau lebih banyak pendonor. Tim mendatangi kantor, sekolah, komunitas, hingga pusat keramaian. Pola jemput bola dinilai efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat.
Selain itu, PMI Jember juga menyediakan suvenir tambahan sebagai bentuk apresiasi. Pendonor yang lolos skrining kesehatan mendapatkan paket sembako berupa beras atau minyak goreng.
Khusus kegiatan donor darah pada Selasa, 17 Februari 2026, PMI Jember menyiapkan 100 kantong beras kemasan 2,5 kilogram. Suvenir tersebut diberikan kepada para pendonor yang memenuhi persyaratan kesehatan.
Pemberian paket sembako menjadi salah satu strategi untuk menarik minat masyarakat. Cara ini dinilai mampu menjaga antusiasme donor menjelang perubahan jadwal selama bulan Ramadan.
Zainollah menjelaskan bahwa pola donor darah biasanya mengalami pergeseran saat puasa. Aktivitas donor cenderung menurun pada siang hari dan meningkat pada malam hari.
"Selama Ramadan, kegiatan donor darah akan kami fokuskan pada malam hari setelah salat tarawih. Inovasi suvenir sembako ini kami lakukan agar stok darah tetap terjaga hingga Idul fitri nanti," ujar Zainollah.
Fokus kegiatan malam hari bertujuan memberi kenyamanan bagi pendonor yang berpuasa. Dengan jadwal tersebut, pendonor dapat menyesuaikan kondisi fisik setelah berbuka.