SketsaNusantara.id - Kunjungan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese ke Indonesia mencuri perhatian publik.
Bukan hanya karena agenda diplomatiknya, tetapi juga karena momen penyambutan meriah di Istana Merdeka, Jakarta, yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Albanese tiba di Istana Merdeka pada Jumat, 6 Februari 2026 untuk bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Australia.
Momen kedatangannya turut diunggah melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden dan langsung menyita perhatian publik.
Dalam tayangan tersebut, Albanese disambut dengan prosesi kenegaraan yang cukup meriah.
Puluhan pasukan berkuda mengiringi rombongan, disertai pasukan kehormatan, marching band, serta penampilan tari tradisional dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Momen seremonial yang meriah ini memicu berbagai reaksi dari masyarakat di media sosial.
Sebagian warganet menilai penyambutan tersebut terlalu berlebihan dan mempertanyakan urgensi penggunaan anggaran negara untuk acara seremonial berskala besar.
Ada pula yang membandingkan dengan kunjungan tokoh dunia lain yang memilih penyambutan sederhana.
"Maaf, sambutan meriah kaya gini apa urgensinya ya? keinget dulu Paus Franciscus gak mau disambut pakai mobil mewah atau pengawalan khusus, tapi ini berlebihan sih, apalagi pakai APBN yang sumbernya dari uang rakyat," tulis salah satu warganet.
Komentar lain juga menyoroti kondisi masyarakat yang masih menghadapi kesulitan ekonomi dan berharap anggaran negara lebih difokuskan pada sektor pendidikan serta kesejahteraan rakyat.
"Presiden kepengen dipuji karena Indoensia katanya negara paling bahagia sedunia, tapi kemarin ada anak SD di NTT sampe nekat akhiri hidupnya gegara gak bisa beli buku dan pulpen, ironis!" imbuh warganet lainnya.