SketsaNusantara.id - Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan tentang kasus Virus Nipah yang telah menginfeksi dua warga di India.
Adanya kasus infeksi Virus Nipah ini membuat negara-negara di Asia mulai meningkatkan kewaspadaan, bahkan di beberapa wilayah sudah mulai memperketat pemeriksaan kesehatan utamanya di bandara.
Beberapa negara yang sudah mulai meningkatkan penjagaan dan kewaspadaan terhadap Virus Nipah meliputi Singapura, Thailand, Malaysia, Hong Kong, Indonesia, Vietman, dan Pakistan.
Baca Juga: Apa Itu Virus Nipah? Kementerian Kesehatan Resmi Perketat Pengawasan di Bandara Internasional
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman who.int, diketahui bahwa Virus Nipah merupakan virus zoonosis, yang mana penularannya melalui hewan dan beberapa juga dapat ditularkan melalui makanan yang sudah terkontaminasi.
Gejala Virus Nipah
Orang yang terinfeksi Virus Nipah ada yang tidak mengalami gejala apapun, dan juga terdapat beberapa gejala yang timbul seperti infeksi pernapasan akut, hingga peradangan otak akut.
Meski pada dasarnya Virus Nipah banyak menginfeksi hewan seperti babi, tapi juga sangat berbahaya bagi manusia karena bisa menyebabkan kematian.
Baca Juga: Waspada Virus Nipah: Ancaman Zoonosis Mematikan yang Perlu Diantisipasi Tanpa Kepanikan
Penderita infeksi awalnya akan mengalami gejala termasuk demam, sakit kepala, mialgia (nyeri otot), muntah, dan sakit tenggorokan.
Gejala ini biasanya juga diikuti oleh gejala lain seperti pusing, mengantuk, perubahan kesadaran, dan tanda-tanda neurologis lain yang mengindikasikan ensefalitis (peradangan otak) akut.
Beberapa orang juga dapat mengalami pneumonia atipikal dan masalah pernapasan yang parah, termasuk gangguan pernapasan akut. Ensefalitis dan kejang terjadi pada kasus yang parah, yang berkembang menjadi koma dalam waktu 24 hingga 48 jam.
Masa inkubasi Virus Nipah umumnya berkisar 14-28 hari, namun ada juga yang baru muncul gejala pada hari ke-45.