news

Botol Tupperware Tertinggal di Kereta Sri Tanjung Viral, Berakhir Hilang dan Jadi Pelajaran Publik!

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi botol minum Tupperware berwarna oranye yang tertinggal di Kereta Sri Tanjung. (X/hanaliisa)

“TOLONG BANGET INIMAHHHH. NANTI KALO ILANG DIMARAHIN IBUKKKK,” tulisnya disertai emoji menangis.

Unggahan tersebut memperlihatkan sisi manusiawi dari kejadian sepele yang sering dialami penumpang transportasi umum.

Kekhawatiran hana ternyata bukan tanpa alasan. Pada unggahan berikutnya, ia menyampaikan kabar terbaru setelah mencoba menghubungi pihak KAI.

“Update: kemarin malam dan tadi pagi pihak KAI bilang botolnya nggak ada. Terus tadi magrib aku udah bilang ke ibu kalo botolnya fix hilang,” tulisnya.

Ia juga menyampaikan informasi yang diterimanya dari pihak KAI terkait kemungkinan nasib botol tersebut.

“Mah, botol tupperware fix hilang. Aku wes menghubungi KAI, tapi katanya barangnya nggak ditemukan. Kemungkinan wes dibuang petugas kebersihan,” isi dari pesan WhatsApp hana kepada ibunya.

Percakapan tersebut bahkan dibagikan dalam bentuk tangkapan layar percakapan WhatsApp dengan sang ibu. Dalam pesan balasan yang singkat namun penuh makna oleh sang ibu.

“Laporan diterima… lanjutkan beli,” balas sang ibu disertai emoji tertawa.

Peristiwa ini pun memancing diskusi luas di media sosial, tidak hanya soal kehilangan barang, tetapi juga prosedur penanganan barang tertinggal di transportasi publik.

Menurut ketentuan PT KAI, barang yang tertinggal di kereta akan diamankan terlebih dahulu. Namun, untuk barang tertentu seperti botol minum yang berpotensi dianggap tidak higienis, ada kemungkinan tidak disimpan dalam waktu lama.

Dalam unggahan penutupnya, hana menunjukkan sikap reflektif dan dewasa. Ia mengakui kelalaiannya sendiri dan meminta maaf jika unggahannya sempat dianggap berlebihan.

“Maaf mau nambahin sedikit. Aku minta maaf kalo terkesan ceroboh di kejadian ini. Aku juga nggak tau kalo tweet ini bakal ramai karena aku emang pure mau nyari barangku, bukan mau cari engagement,” tulis hana.

Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut akan menjadi pembelajaran pribadi ke depan.

“Akan kujadikan ini sebagai pembelajaran ke depannya supaya nggak ceroboh lagi,” ungkapnya.

Menariknya, dalam unggahan terakhir, hana menutup kisah ini dengan kalimat sederhana namun tegas.

Halaman:

Tags

Terkini