news

Netizen Soroti dan Koreksi Caption Unggahan Polri Terkait Kasus Pak Sudrajat, Polri Sampaikan Empati dan Bantuan

Kamis, 29 Januari 2026 | 07:00 WIB
Suasana kunjungan jajaran Polri ke kediaman Pak Sudrajat. (X/ DivHumas_Polri)
 

SketsaNusantara.id - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menunjukkan langkah empati kepada masyarakat dengan menyambangi kediaman Pak Sudrajat di Desa Rawa Panjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Kunjungan ini dilakukan menyusul polemik tindakan aparat yang berdampak pada aktivitas berdagang es gabus viral yang dilakukan Pak Sudrajat dan menimbulkan perhatian luas di ruang publik.

Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan resmi akun Divisi Humas Polri (@DivHumas_Polri), Polri menyampaikan pesan dukungan moril kepada Pak Sudrajat.
 
Baca Juga: Bakal Datangkan 10 Pengacara, Hotman Paris akan Bantu Kakek Penjual Es Kue Spons yang Jadi Korban Aparat TNI dan Polisi

“Jangan Bersedih Pak Sudrajat, Tetap Semangat Berdagang. Kami Polri Ada Bersama Bapak,” tulis caption akun resmi Polri.

Pernyataan ini menjadi simbol kehadiran negara dalam merespons keluhan masyarakat kecil yang terdampak tindakan aparat di lapangan.

Polri menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan langsung oleh jajaran pimpinan kepolisian setempat.
 
Baca Juga: Kasus Es Gabus Viral, Propam Polda Metro Jaya Dalami Dugaan Pelanggaran Etik dan Pidana Anggotanya, Oknum Polisi Ditahan?

Disebutkan, Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Abdul Waras, S.I.K., bersama Kapolsek Bojonggede AKP Abdullah Saflih, menyambangi kediaman Bapak Sudrajat di Desa Rawa Panjang.

Kunjungan ini, menurut Polri, merupakan bentuk empati sekaligus permohonan maaf. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa institusi kepolisian menyadari adanya dampak psikologis dan sosial yang dialami Pak Sudrajat akibat peristiwa sebelumnya.

Sebagai wujud kepedulian konkret, Polri memberikan bantuan berupa sepeda motor. Dalam unggahan Divisi Humas Polri dijelaskan sebagai wujud kepedulian, Polri memberikan bantuan sepeda motor untuk menunjang aktivitas berdagang.
 
Baca Juga: Hotman Paris Turun Tangan! Siap Pasang Badan Bela Penjual Es Gabus Kemayoran yang Dianiaya Oknum Polisi dan TNI

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu Pak Sudrajat kembali menjalankan aktivitas ekonominya.

“Semoga menjadi penyemangat untuk terus berjuang menghidupi keluarga,” tambahnya.

Bantuan ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan sehari-hari korban.

Namun demikian, unggahan resmi Polri tersebut menuai beragam tanggapan dari masyarakat.

Salah satu respons yang menjadi perhatian datang dari akun Dayat Piliang (@dayatpiliang), yang menyampaikan kritik sekaligus koreksi atas narasi yang disampaikan Polri.

“Izin memperbaiki caption-nya,” tulis Dayat Piliang dalam komentarnya.

Ia kemudian menegaskan bahwa persoalan ini tidak sekadar soal empati, tetapi juga menyangkut dampak serius yang dialami Pak Sudrajat.

“Mohon maaf sudah bikin Pak Sudrajat bersedih, menderita, dan merasa takut untuk berdagang karena tindakan bengis yang dilakukan oleh anggota kami,” tulis Dayat Piliang memperbaiki caption unggahan Polri tersebut.

Pernyataan tersebut menyoroti dimensi psikologis korban, termasuk rasa takut dan trauma dalam menjalankan usaha demi menghidupi keluarga.

Dalam kritiknya, Dayat Piliang juga menyebut bahwa tindakan aparat telah menimbulkan konsekuensi yang lebih berat.

“Kapolres Metro Depok, Kombes Pol. Abdul Waras, S.I.K., bersama Kapolsek Bojonggede, AKP Abdullah Saflih, menyambangi kediaman Bapak Sudrajat yang menjadi korban fitnah, penganiayaan, dan dipermalukan di hadapan banyak orang oleh anggota kami,” lanjutnya.

Kalimat ini memperkuat persepsi publik bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai kesalahpahaman ringan, melainkan tindakan serius yang berdampak pada martabat dan rasa aman warga.

Dayat menegaskan bahwa kunjungan aparat seharusnya dimaknai sebagai pengakuan kesalahan.

“Kunjungan ini, sebagai bentuk empati dan permohonan maaf atas hal bengis dan tidak manusiawi tersebut,” sebutnya.

Lebih lanjut, kritik tersebut juga menyinggung pentingnya penegakan disiplin internal di tubuh Polri.

“Sebagai bentuk rasa bersalah, Polri memberikan bantuan sepeda motor untuk menunjang aktivitas berdagang dan kami akan menindak tegas anggota kami dengan sanksi pemecatan secara tidak hormat karena sudah melakukan tindakan fatal memfitnah rakyat yang menggajinya,” lanjutnya

Ia menekankan bahwa sanksi tersebut diperlukan karena aparat dinilai telah melakukan tindakan fatal memfitnah rakyat yang menggajinya.

“Polri hadir untuk masyarakat, dengan hati dan kepedulian; itu kewajiban kami karena gaji, seragam, dan fasilitas kami berasal dari keringat rakyat,” tutupnya.

Pernyataan ini menegaskan tuntutan publik agar empati institusional disertai akuntabilitas nyata.***
 
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Tags

Terkini