Sudrajat mengaku sempat diintimidasi di pos keamanan hingga pukul 02:00 WIB dini hari. Penjual es itu bahkan menunjukkan luka di kepala dan bahunya yang sempat disabet dengan selang, ditonjok, hingga kakinya ditendang oleh oknum petugas polisi dan TNI.
Kejadian tersebut membuat Suderajat mengalami trauma berat hingga memilih berhenti berjualan selama beberapa hari demi keselamatan dirinya, terlebih setelah video tudingan tersebut viral di media sosial.
Namun, tuduhan penggunaan spons sebagai bahan es pun terbukti tidak benar. Hasil pemeriksaan laboratorium kemudian memastikan bahwa es gabus yang dijual Sudrajat aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya.
Baca Juga: 4 Hari Tak Berjualan, Sudrajat Pedagang Es Gabus Masih Trauma Usai Didatangi Aparat di Kemayoran
Dua oknum aparat terkait akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Rawa Selatan, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi, mengakui kekeliruan dan menyampaikan permohonan maaf kepada pedagang es gabus yang sempat dituding menggunakan bahan tidak layak konsumsi.
Ia menegaskan tidak ada niat untuk merugikan atau mencemarkan nama baik pedagang, dan menyebut kejadian itu sebagai kesalahpahaman dalam proses edukasi keamanan pangan.
"Niat kami semata-mata untuk mengedukasi agar tidak ada konsumen yang dirugikan. Atas kekeliruan ini, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada pedagang yang terdampak," ujar Aiptu Ikhwan Mulyadi dalam konferensi pers yang digelar di Polsek Kemayoran.
Baca Juga: Kisah Haru Penjual Es Krim Disabilitas di Jember, Dagangannya Ludes Diborong Bupati Gus Fawait
Kasus tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dan keadaan kini kembali kondusif.
Namun, masyarakat tetap mendesak Polri untuk menindak tegas anggota polisi yang menuduh Suderajat karena menuduh dan menarik kesimpulan tanpa adanya bukti yang jelas sehingga berdampak pada kehidupan masyarakat kecil seperti Suderajat.
"Polisi jangan cuci tangan, tetap usut anggota yang menuduh bapak penjual es gabus ini karena dia sudah memfitnah bahkan merugikan karena memutus rezeki orang lain, masa cuma minta maaf doang?" sindir salah satu warganet.
"Tuhan memang punya cara tak disangka-sangka untuk menaikkan derajat Hamba-Nya. Apresiasi terhadap orang-orang baik yang mau bantu bapak penjual es gabus jadul, tapi juga kecewa dengan polisi yang menuduh tanpa bukti, semoga keadilan bisa ditegakkan agar tak ada orang lain yang dirugikan," komentar netizen lainnya.
Usai kasus ini viral, Suderajat sempat ramai jadi sorotan publik karena kondisi keluarganya yang terbilang cukup memprihatinkan.