news

4 Hari Tak Berjualan, Sudrajat Pedagang Es Gabus Masih Trauma Usai Didatangi Aparat di Kemayoran

Rabu, 28 Januari 2026 | 09:30 WIB
Sudrajat (50), pedagang es gabus asal Bojonggede. (X/neVerAl0nely___)

Ia menegaskan bahwa es gabus yang dijualnya dibuat dari bahan makanan sebagaimana mestinya, bukan dari spons atau bahan berbahaya.

Tuduhan tersebut membuatnya merasa dipermalukan di hadapan umum dan kehilangan kepercayaan diri untuk kembali berjualan.

Tidak hanya tuduhan, Sudrajat juga mengaku mengalami kekerasan fisik. Dalam unggahan akun @neVerAl0nely___, disebutkan bahwa ia mengaku sempat mendapatkan kekerasan dengan ditonjok hingga dibanting.

Akibat kejadian tersebut, Sudrajat merasakan sakit di beberapa bagian tubuhnya.

Ia menyampaikan bahwa hingga kini kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih.

“Ia merasa beberapa bagian tubuhnya masih mengalami sakit hingga kini dan belum bisa memeriksakan kesehatannya karena faktor ekonomi,” tulis unggahan tersebut.

Keterbatasan ekonomi membuat Sudrajat tidak mampu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Padahal, rasa nyeri yang dialaminya masih terasa beberapa hari setelah kejadian.

Sejak peristiwa tersebut, Sudrajat memilih untuk tidak berjualan. Hingga 27 Januari 2026, ia tercatat sudah empat hari menghentikan aktivitas berdagangnya. Trauma dan rasa takut menjadi alasan utama ia belum kembali ke lapak.

“Saat ini, sudah empat hari pak Suderajat tidak berjualan,” tulis unggahan akun @neVerAl0nely___.

Keputusan tersebut berdampak langsung pada kondisi ekonominya yang memang sudah terbatas sejak awal.

Dalam unggahan itu juga diungkapkan bahwa penghasilan Sudrajat sebagai pedagang es gabus tergolong tidak menentu.

“Pendapatannya tak pasti, kisaran Rp30 ribu sampai Rp50 ribu per hari, hanya cukup untuk makan,” tulis sumber tersebut.

Dengan penghasilan yang minim, berhenti berjualan selama beberapa hari membuat kondisi Sudrajat semakin terpuruk. Bahkan, disebutkan bahwa ia terpaksa berutang demi memenuhi kebutuhan dasar.

“Saat ini, sudah empat hari pak Suderajat tidak berjualan. Ia pun terpaksa ngutang ke warung untuk sekadar makan,” lanjut unggahan tersebut.

Meski mengalami kejadian yang membuatnya trauma, Sudrajat mengaku masih ingin melanjutkan pekerjaannya sebagai pedagang es gabus. Namun, rasa takut dan kekhawatiran masih menghantui dirinya.

Halaman:

Tags

Terkini