SketsaNusantara.id - Sudrajat (50), pedagang es gabus asal Kelurahan Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, hingga Selasa, 27 Januari 2026 tercatat sudah empat hari tidak berjualan.
Kondisi tersebut terjadi setelah dirinya didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa di lokasi tempat ia berjualan di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Dilansir SketsaNusantara.id dari informasi yang menjadi sorotan publik setelah kisah Sudrajat diunggah oleh akun X Never (@neVerAl0nely_), yang menuliskan bahwa pedagang es gabus tersebut menjadi korban tuduhan dan dugaan kekerasan oknum aparat.
Sudrajat menjelaskan bahwa pada hari kejadian, ia berjualan seperti biasa. Ia mengambil stok es gabus dari Depok sekitar pukul 04.00 WIB, kemudian berangkat menggunakan kereta menuju Manggarai untuk melanjutkan aktivitas berjualannya.
“Awalnya, ia berdagang seperti biasa, mengambil stok es dari Depok pada pukul 04.00 WIB dan naik kereta menuju Manggarai untuk berjualan,” tulis akun@neVerAl0nely___.
Aktivitas tersebut telah lama menjadi rutinitas Sudrajat demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Namun situasi berubah ketika ia sedang melayani pembeli di kawasan Kemayoran.
“Sampainya di Kemayoran, nasi es masih menumpang saat melayani pembeli yang ternyata oknum aparat,” tulis unggahan tersebut, menggambarkan bahwa Sudrajat tidak mengetahui identitas pembeli pada awalnya.
Masalah bermula saat Sudrajat dituduh menjual es gabus berbahan dasar spons. Tuduhan tersebut membuat dagangannya diperiksa secara sepihak.
Sudrajat mengaku sempat kebingungan dan ketakutan dengan situasi yang terjadi secara tiba-tiba.
“Awalnya beli, beli es kue, saya belum tahu dia Polisi terus saya dagangan saya dibejek-bejek, terus dipanggil, ini bukan es nih, ini es palsu,” kata Sudrajat sebagaimana dikutip dari unggahan @neVerAl0nely___.