SketsaNusantara.id - Sebuah peristiwa memprihatinkan mengguncang dunia pendidikan Indonesia.
Seorang guru SMP Negeri 1 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, menjadi korban dugaan penganiayaan oleh muridnya sendiri saat menjalankan tugas kedisiplinan di sekolah.
Kejadian ini bukan sekadar insiden kriminal, melainkan alarm serius tentang runtuhnya etika, penghormatan, dan relasi sehat antara siswa dan pendidik.
Dilansir SketsaNusantara.id dari informasi yang mencuat melalui unggahan akun X (Twitter) @mahakersa yang menyampaikan kesedihan dan kemarahan atas peristiwa tersebut.
“Ya Tuhan… Guru SMPN 1 Baebunta Selatan, Pak Arpan, cuma tegur siswa bolos & minta balik ke kelas, eh malah ditendang & dipukul brutal sampe berdarah di alis & memar di mata!” tulis akun tersebut.
Pernyataan itu langsung menyedot perhatian publik dan memantik keprihatinan luas.
Baca Juga: Ijazah Abah Guru Sekumpul holawat 10.000 Kali agar Menjadi Murid Rasulullah
Lebih jauh, unggahan lanjutan dari sumber yang sama memuat kronologi kejadian secara rinci.
Disebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 26 Januari 2026, saat proses belajar mengajar masih berlangsung.
Guru bernama Arpan Lisman awalnya melakukan pengecekan kehadiran siswa di kelas, namun hanya menemukan satu siswa hadir. Situasi tersebut mendorong korban untuk mencari siswa lain yang ternyata berada di luar kelas.
“Arpan kemudian berkeliling lingkungan sekolah untuk mencari siswa lainnya dan menemukan sejumlah siswa berada di depan kantor sekolah dengan jarak sekitar 100 meter dari kelas,” tulis akun @mahakersa.
Ketika diminta kembali ke kelas, para siswa justru melarikan diri dan hanya menyisakan seorang siswa berinisial YS.